Arti Kata "sangkakala" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sangkakala" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sangkakala

sang·ka·ka·la n 1 trompet (dr kulit kerang, dsb); trompet berkala atau bunyian berkala: ia belajar meniup --; 2 tanda bunyi-bunyian (trompet dsb) dng arti yg khusus, spt bangun pagi, apel, makan siang, tidur

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sangkakala"

📝 Contoh Penggunaan kata "sangkakala" dalam Kalimat

1.Pagi ini, suara sangkakala membangunkan kami untuk melaksanakan shalat subuh.
2.Dalam perang, sangkakala digunakan sebagai tanda untuk memanggil pasukan untuk melaksanakan serangan.
3.Ketika saya masih anak-anak, saya sangat menantikan suara sangkakala di sekolah untuk memanggil waktu makan siang.
4.Di lingkungan budaya Jepang, sangkakala digunakan sebagai alat untuk memanggil umat untuk memasuki kuil.
5.Di pabrik, sangkakala digunakan sebagai tanda untuk memanggil karyawan untuk melaksanakan istirahat siang.

📚 Artikel terkait kata "sangkakala"

Mengenal Kata 'sangkakala' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sangkakala" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "sangkakala" sering digunakan dalam konteks sejarah dan budaya Indonesia. Dalam arti resmi, sangkakala adalah sebuah alat musik yang mirip dengan trompet, biasanya terbuat dari kulit kerang atau bahan lainnya. Alat ini digunakan untuk memberikan tanda bunyi-bunyian dengan arti khusus, seperti bangun pagi, apel, atau makan siang. Dalam konteks sosial, sangkakala memiliki peran penting dalam mengatur waktu dan membantu seseorang tetap disiplin. Contoh penggunaan kata sangkakala dalam kalimat yang alami dapat dilihat dalam beberapa situasi sehari-hari. Misalnya, "Pada pagi hari, gong sangkakala berbunyi untuk membantu anak-anak bangun pagi dan siap untuk sekolah." Atau, "Pada waktu makan siang, sangkakala berbunyi untuk mengingatkan orang-orang untuk mengambil makanan." Contoh lain, "Pada saat apel, sangkakala berbunyi untuk mengingatkan orang-orang untuk melakukan suatu kegiatan atau pertemuan." Dalam kehidupan sehari-hari, kata sangkakala masih memiliki relevansi yang signifikan. Dalam beberapa sekolah atau lembaga, sangkakala masih digunakan sebagai alat pengatur waktu dan membantu seseorang tetap disiplin. Selain itu, kata sangkakala juga masih digunakan dalam beberapa kegiatan tradisional atau budaya, seperti upacara adat atau festival. Oleh karena itu, penting untuk kita mengenal dan memahami makna kata sangkakala dalam konteks sejarah dan budaya Indonesia.