Arti Kata "satih" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "satih" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

satih

sa·tih Mk v, me·nya·tih v mendenda

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "satih"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "satih" dalam Kalimat

1.Mahkamah menetapkan pidana penjara bagi pelaku penipuan dengan alasan satih.
2.Pada hari itu, langit cerah dan bumi satih, seperti permulaan hari yang baru.
3.Dalam pelajaran moral, guru mengajarkan pentingnya memiliki hati satih dan tidak mudah terprovokasi.
4.Pada acara pernikahan, pasangan suami istri berjanji untuk selalu memiliki kasih sayang satih dan tidak pernah meninggalkan satu sama lain.
5.Tentang ibu yang selalu memiliki wajah satih dan senyum hangat ketika melihat anaknya berhasil dalam hidupnya.

πŸ“š Artikel terkait kata "satih"

Mengenal Kata 'satih' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Satih" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "satih" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini didefinisikan sebagai "saΒ·tih Mk v, meΒ·nyaΒ·tih v mendenda". Dalam konteks historis dan sosial, kata "satih" memiliki konotasi yang kuat sebagai sifat yang menunjukkan kejujuran dan ketulusan. Di masa lalu, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki integritas dan kebenaran. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "satih" masih memiliki relevansi yang kuat. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "satih" dalam kalimat yang alami: - Saya berharap suami saya akan menjadi lebih satih dalam menjalani hubungan kita. - Ibu saya sangat satih dalam mengelola keuangan keluarga kami. - Kebijakan pemerintah harus menjadi lebih satih dalam mengatasi masalah korupsi. Kata "satih" juga memiliki relevansi yang kuat dalam kebudayaan Indonesia modern. Dalam banyak tradisi dan adat istiadat, kata ini digunakan untuk menggambarkan sifat yang dihargai dalam masyarakat. Misalnya, dalam tradisi Jawa, kata "satih" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kejujuran dan ketulusan dalam menjalani hidup. Dalam konteks ini, kata "satih" bukan hanya sekedar sifat yang digunakan untuk menggambarkan seseorang, tetapi juga nilai yang dihargai dalam masyarakat.