Arti Kata "sawah kajaroan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sawah kajaroan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sawah kajaroan

sawah yang dicadangkan bagi kepala desa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sawah kajaroan"

📝 Contoh Penggunaan kata "sawah kajaroan" dalam Kalimat

1.Di sawah kajaroan, kepala desa biasanya menanam padi dengan hasil panen yang menguntungkan.
2.Sejak menjadi kepala desa, dia mengambil sawah kajaroan untuk menanam sayuran untuk dibagikan kepada warga miskin.
3.Pembayaran pajak sawah kajaroan sekitar Rp 100.000 per tahun.
4.Sebagai tradisi, setiap tahunnya, kepala desa mengadakan upacara di sawah kajaroan untuk memohon hujan yang melimpah.
5.Pada masa lalu, sawah kajaroan digunakan sebagai tempat untuk berlatih kegiatan pertanian bagi para siswa sekolah.

📚 Artikel terkait kata "sawah kajaroan"

Mengenal Kata 'sawah kajaroan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sawah Kajaroan" - Inspirasi dan Motivasi

Sejarah dan Makna Umum

Sawah kajaroan memiliki makna yang khusus dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini berarti sawah yang dicadangkan bagi kepala desa. Istilah ini berasal dari masa lalu, ketika sistem pemerintahan desa masih berdasarkan adat istiadat dan tradisi. Dalam konteks ini, sawah kajaroan merupakan simbol kesejahteraan dan penghargaan bagi pemimpin desa yang telah berdedikasi untuk kepentingan warganya.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Sawah kajaroan sering digunakan sebagai contoh penghargaan bagi kepala desa yang telah berjasa. Contohnya, "Setelah menjabat selama 10 tahun, Bapak Kepala Desa kami mendapatkan sawah kajaroan sebagai hadiah dari masyarakat." Selain itu, sawah kajaroan juga digunakan untuk menggambarkan kebebasan kepala desa dalam mengelola sumber daya desa. Contohnya, "Dengan sawah kajaroan, kepala desa kami dapat mengatur penggunaan air irigasi yang lebih efisien."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sawah kajaroan masih relevan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, terutama di daerah-daerah pedesaan. Namun, penggunaan istilah ini sudah mulai berkurang seiring dengan perubahan sistem pemerintahan desa. Meskipun demikian, sawah kajaroan tetap menjadi simbol penghargaan bagi kepala desa yang telah berdedikasi untuk kepentingan warganya. Dalam budaya Indonesia modern, sawah kajaroan dapat diartikan sebagai wujud penghargaan dan apresiasi bagi pemimpin yang telah berjuang untuk kepentingan masyarakat.