Arti Kata "jari ampai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jari ampai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jari ampai

cemeti untuk menghukum

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jari ampai"

📝 Contoh Penggunaan kata "jari ampai" dalam Kalimat

1.Penghukuman penjara dengan jari ampai diberikan pada pelaku tindak pidana ringan.
2.Pada zaman dahulu, hakim memutuskan hukuman jari ampai untuk pelaku kejahatan kecil.
3.Dalam novel itu, karakter utama harus menghadapi hukuman jari ampai sebagai konsekuensi tindakannya.
4.Siswa yang melanggar aturan sekolah dapat diberikan hukuman jari ampai oleh guru.
5.Pengadilan memberikan hukuman jari ampai sebagai bentuk hukuman ringan bagi pelaku tindak pidana ringan.

📚 Artikel terkait kata "jari ampai"

Mengenal Kata 'jari ampai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Jari Ampai" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata jari ampai seringkali dikaitkan dengan konsep hukuman atau siksaan dalam masyarakat tradisional. Dalam konteks ini, jari ampai merujuk pada cemeti atau alat yang digunakan untuk menghukum seseorang. Sejarahnya, jari ampai digunakan sebagai alat tindak pidana dalam hukum adat, terutama dalam kasus perzinahan atau pelanggaran lainnya. Dengan demikian, jari ampai menjadi simbol kekuasaan dan hukum yang menakutkan.

Contoh Penggunaan Kata Jari Ampai

Dalam kalimat sehari-hari, kata jari ampai digunakan untuk menggambarkan siksaan atau hukuman yang berat. Contohnya, "Dia dihukum dengan jari ampai karena perzinahan." Atau, "Ketika itu, jari ampai digunakan sebagai alat tindak pidana yang menakutkan." Dalam konteks lain, jari ampai juga digunakan untuk menggambarkan konsep kekuasaan yang absolut dan menakutkan.

Relevansi Kata Jari Ampai dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata jari ampai masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks hukum dan kekuasaan. Meskipun jari ampai tidak digunakan sebagai alat tindak pidana lagi, konsepnya masih dipahami sebagai simbol kekuasaan yang menakutkan. Dalam budaya Indonesia modern, jari ampai juga digunakan sebagai metafor untuk menggambarkan hukuman atau konsekuensi yang berat. Dengan demikian, jari ampai tetap menjadi kata yang relevan dalam percakapan sehari-hari.