Arti Kata "sawer" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sawer" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sawer

sa·wer /sawér/ v, me·nya·wer v Jk 1 meminta uang kpd penonton atau penonton memberi uang kpd pemain (pd pertunjukan keliling, spt kuda kepang, topeng); 2 Sd menebarkan uang, beras, dsb kpd undangan oleh pengantin

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sawer"

📝 Contoh Penggunaan kata "sawer" dalam Kalimat

1.Di pertunjukan kuda kepang, penonton sering menyerahkan uang kepada pemain sebagai sawer.
2.Pengantin menebarkan sawer kepada undangan sebagai tanda rasa syukur atas kehadiran mereka.
3.Pemain topeng meminta sawer kepada penonton setelah menampilkan aksi menarik.
4.Ketika saya kecil, saya pernah menjadi sawer di pertunjukan kuda kepang di kampung halaman.
5.Dalam budaya kita, sawer sering digunakan sebagai cara menghormati tamu yang datang ke acara pernikahan.

📚 Artikel terkait kata "sawer"

Mengenal Kata 'sawer' - Inspirasi dan Motivasi

Sawer: Tradisi Membagikan Uang dalam Pertunjukan dan Perayaan

Sawer adalah kata yang memiliki makna luas dalam bahasa Indonesia, terutama dalam konteks sosial dan budaya. Secara umum, sawer merujuk pada tindakan meminta uang dari penonton sebagai bentuk penghargaan atau hadiah kepada seorang pemain atau penampil dalam pertunjukan keliling, seperti kuda kepang atau topeng. Praktik ini telah ada sejak lama dan masih sering ditemukan dalam pertunjukan tradisional di Indonesia. Dalam konteks sejarah, sawer memiliki makna yang lebih dalam. Pada masa lalu, sawer sering dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada seorang penari atau pemain yang telah menunjukkan keahlian dan kepiawaiannya dalam pertunjukan. Hal ini juga menunjukkan bahwa sawer memiliki makna sosial yang lebih dalam, yaitu sebagai bentuk penghargaan kepada orang yang telah menunjukkan prestasi. Berikut beberapa contoh penggunaan kata sawer dalam kalimat yang alami: - "Pemain kuda kepang terus menerus meminta sawer dari penonton setelah pertunjukan selesai." - "Pengantin sering melakukan sawer kepada undangan mereka selama perayaan pernikahan." - "Pemain topeng tidak menolak sawer dari penonton yang menikmati pertunjukannya." Sawer masih relevan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, sawer telah menjadi salah satu tradisi yang masih dipertahankan dalam beberapa pertunjukan tradisional di Indonesia. Selain itu, sawer juga masih dilakukan dalam beberapa perayaan dan acara keluarga, seperti pernikahan atau ulang tahun. Dalam kesimpulan, sawer adalah kata yang memiliki makna luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dari konteks sejarah hingga kehidupan sehari-hari, sawer masih relevan dan dipertahankan dalam beberapa tradisi dan perayaan di Indonesia.