Arti Kata "sedatar saja lurah dengan bukit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sedatar saja lurah dengan bukit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sedatar saja lurah dengan bukit

se.da.tar saja lurah dengan bukit Peribahasa menyamaratakan orang; tidak membeda-bedakan kaya atau miskin dan sebagainya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sedatar saja lurah dengan bukit"

📝 Contoh Penggunaan kata "sedatar saja lurah dengan bukit" dalam Kalimat

1.Sebagai seorang guru, dia selalu sedatar saja lurah dengan bukit dalam memberikan kesempatan belajar kepada semua siswa.
2.Pada hari ulang tahunnya, dia tidak ingin mementingkan diri sendiri sedatar saja lurah dengan bukit dengan teman-temannya.
3.Dalam sebuah novel, penulis menggambarkan kehidupan seorang petani yang hidup sedatar saja lurah dengan bukit, tanpa kecemburuan.
4.Pada saat krisis ekonomi, masyarakat diharapkan dapat hidup sedatar saja lurah dengan bukit dan tidak terlalu fokus pada kesenangan material.
5.Perlu kita teruskan kebiasaan hidup sedatar saja lurah dengan bukit dan tidak terlalu mementingkan diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

📚 Artikel terkait kata "sedatar saja lurah dengan bukit"

Mengenal Kata 'sedatar saja lurah dengan bukit' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sedatar saja lurah dengan bukit" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "sedatar saja lurah dengan bukit" adalah salah satu contoh kata-kata bijak yang telah melekat dalam budaya Indonesia. Kata ini memiliki makna yang sangat dalam, yaitu menyamaratakan orang, tidak membeda-bedakan kaya atau miskin, dan sebagainya. Namun, apa sebenarnya makna ini dan bagaimana kata ini terbentuk? Pada dasarnya, kata "sedatar saja lurah dengan bukit" berasal dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa, dimana konsep "sadar" atau "lurah" merujuk pada orang yang memiliki kedudukan tinggi sosial, sedangkan "bukit" merujuk pada orang yang memiliki kedudukan rendah sosial. Namun, dengan kata ini, kita diingatkan untuk tidak membeda-bedakan orang-orang berdasarkan status sosial mereka.

Contoh Penggunaan Kata "sedatar saja lurah dengan bukit"

Kata ini sering digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam kalimat: "Janganlah membeda-bedakan siapa yang bisa membantu kita, sedatar saja lurah dengan bukit, kita harus menghargai setiap orang yang mau membantu." Dalam kalimat ini, kita dapat melihat bagaimana kata "sedatar saja lurah dengan bukit" digunakan untuk mengingatkan kita untuk tidak membeda-bedakan orang-orang berdasarkan status sosial mereka. Contoh lainnya adalah: "Saya tidak membeda-bedakan siapa yang datang untuk belajar, sedatar saja lurah dengan bukit, kita harus menerima mereka dengan terbuka."

Relevansi Kata "sedatar saja lurah dengan bukit" dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sedatar saja lurah dengan bukit" sangat relevan karena mengingatkan kita untuk tidak membeda-bedakan orang-orang berdasarkan status sosial mereka. Dalam era globalisasi ini, kita dihadapkan pada berbagai perbedaan sosial, budaya, dan ekonomi. Namun, dengan kata ini, kita diingatkan untuk tidak membiarkan perbedaan-perbedaan ini memecah belah kita, melainkan untuk menghargai setiap orang yang kita temui. Dengan demikian, kata "sedatar saja lurah dengan bukit" adalah salah satu contoh kata-kata bijak yang dapat menginspirasi kita untuk menjadi orang yang lebih terbuka dan menghargai setiap orang.