Arti Kata "segak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "segak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

segak

se·gak ark, me·nye·gak v membentak; menghardik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "segak"

📝 Contoh Penggunaan kata "segak" dalam Kalimat

1.Di sekolah, guru meminta anak-anak untuk tidak segak dan mendengarkan dengan saksama.
2.Saya tidak ingin berbicara dengan ayahku yang selalu segak dan tidak mau mendengarkan pendapatku.
3.Di pertandingan sepak bola, pelatih memotong segak pemain yang tidak mau mendengarkan instruksinya.
4.Pengajar membimbing siswa untuk berbicara dengan sopan dan tidak segak dalam berkomunikasi.
5.Ketika ayahku segak keponakannya, saya merasa malu dan tidak tahu harus berbuat apa.

📚 Artikel terkait kata "segak"

Mengenal Kata 'segak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Segak" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "segak" sering digunakan untuk menggambarkan suara keras yang dihasilkan oleh seekor burung. Namun, dalam konteks sosial dan budaya, "segak" memiliki makna yang lebih luas. Dalam bahasa Indonesia, "segak" memiliki arti resmi sebagai membentak atau menghardik. Konsep ini sudah ada sejak lama dan dipengaruhi oleh tradisi budaya yang menghargai kekuatan suara. Dalam kehidupan sehari-hari, menghardik atau membentak sering dianggap sebagai cara untuk menunjukkan kekuatan atau mendominasi orang lain. Namun, dalam konteks yang lebih positif, "segak" juga dapat digunakan untuk menggambarkan suara yang tegas dan jelas, seperti suara seorang pemimpin yang memberikan instruksi atau suara seorang pembicara yang berbicara dengan jelas. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "segak" dalam kalimat yang alami: - Ia menghardik anaknya untuk tidak melakukan hal yang salah. - Suara menghardik itu membuat kami merasa takut. - Dalam pertandingan sepak bola, suara segak dari pemain itu membuat lawannya takut. Dalam budaya Indonesia modern, kata "segak" masih digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam musik dan seni. Beberapa artis musik menggunakan suara menghardik sebagai elemen penting dalam lagu-lagunya. Selain itu, kata "segak" juga digunakan dalam konteks politik dan sosial, seperti dalam perdebatan atau diskusi yang sengit. Dalam konteks ini, "segak" digunakan untuk menggambarkan suara yang tegas dan jelas, serta untuk menunjukkan kekuatan atau keberanian dalam berbicara.