Arti Kata "ranggas" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ranggas" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ranggas

1rang·gas a tidak berdaun lagi; luruh (kering) daunnya;
me·rang·gas v 1 menjadi ranggas; 2 menjadi kering dan luruh daunnya: pohon jati ~; 3 luruh bulunya: ayam ~; 4 luruh secara massal (tt dedaunan), baik krn sebab-sebab alami maupun krn serangan hama dan penyakit

2rang·gas n jenis burung kuau yg hidup di atas tanah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ranggas"

📝 Contoh Penggunaan kata "ranggas" dalam Kalimat

1.Pohon jati telah meranggas karena musim kemarau yang panjang.
2.Teman saya menjadi ranggas setelah beberapa hari tidak beraktivitas.
3.Pada musim hujan, pohon jatuh meranggas, dan hal ini menyebabkan banjir.
4.Bulan yang tadinya tebal dan lembut mulai meranggas karena angin yang kuat.
5.Kegiatan meranggas pohon jati adalah salah satu cara untuk menjaga kelestarian lingkungan.

📚 Artikel terkait kata "ranggas"

Mengenal Kata 'ranggas' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "ranggas" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "ranggas" memiliki makna yang kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi pohon atau hewan yang telah kehilangan daun atau bulu, sehingga terlihat kering dan tidak berdaun lagi. Dalam konteks historis dan sosial, kata "ranggas" sering dihubungkan dengan fenomena alam, seperti musim kemarau atau serangan hama penyakit yang merusak tanaman. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "ranggas" sering digunakan dalam berbagai konteks. Contoh penggunaan kata "ranggas" dalam kalimat yang alami adalah "Pohon jati di taman kami telah mengalami kondisi ranggas, sehingga tidak lagi berdaun." atau "Ayam yang telah ranggas bulunya menjadi sulit diakui." Selain itu, kata "ranggas" juga digunakan dalam konteks budaya, seperti dalam lagu atau puisi yang menggambarkan kondisi alam yang kering. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat kondisi ranggas dalam berbagai bentuk. Misalnya, saat musim kemarau tiba, tanaman di sekitar kita dapat mengalami kondisi ranggas yang parah. Selain itu, serangan hama penyakit juga dapat menyebabkan kondisi ranggas pada tanaman. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna kata "ranggas" dan cara menggunakannya dalam konteks yang tepat. Dengan demikian, kita dapat lebih mudah mengidentifikasi dan mengatasi kondisi ranggas dalam kehidupan sehari-hari.