Arti Kata "sekedeng" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sekedeng" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sekedeng

se·ke·deng /sekédéng/ n cak sibak (cara menyisir atau menggunting rambut); belahan rambut

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sekedeng"

📝 Contoh Penggunaan kata "sekedeng" dalam Kalimat

1.Ibu meminta aku untuk disisir dengan sekedeng supaya terlihat lebih rapi.
2.Pada upacara adat, laki-laki menggunakan sekedeng untuk menyisir rambut sebagai simbol kebesaran.
3.Dalam buku pelajaran, guru menjelaskan tentang cara menyisir rambut dengan sekedeng yang tepat.
4.Aku suka menggunakan sekedeng berbentuk kerucut karena lebih mudah digunakan.
5.Di pasar, penjual rambut menawarkan sekedeng buatan tangan yang unik dan menarik.

📚 Artikel terkait kata "sekedeng"

Mengenal Kata 'sekedeng' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sekedeng" - Inspirasi dan Motivasi

Makna dan Konteks Sekedeng

Kata "sekedeng" memiliki makna yang unik dan kaya dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, "sekedeng" berarti sekedeng (cak sibak) atau belahan rambut yang biasanya digunakan untuk menyisir atau menggunting rambut. Namun, dalam konteks budaya dan sejarah, kata ini juga memiliki makna lain, seperti sifat sibak atau tidak sabar dalam melakukan sesuatu. Dalam masyarakat tradisional Indonesia, kata "sekedeng" sering digunakan untuk menggambarkan sifat seseorang yang tidak sabar dalam melakukan tugas atau pekerjaan. Mereka yang memiliki sifat sekedeng biasanya memiliki semangat tinggi dan ingin segera menyelesaikan pekerjaan.

Contoh Penggunaan Kata "Sekedeng"

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "sekedeng" dalam kalimat yang alami: * Ibu meminta anaknya untuk tidak sekedeng, karena dia masih kecil dan tidak bisa melakukannya sendiri. * Ayahnya sangat sekedeng dalam mengajari anaknya bermain gitar. * Anak itu sangat sekedeng untuk menyelesaikan proyek sekolahnya.

Relevansi Kata "Sekedeng" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sekedeng" masih relevan dan digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam dunia kerja, seseorang yang memiliki sifat sekedeng dapat menjadi aset karena mereka memiliki semangat tinggi dan ingin segera menyelesaikan pekerjaan. Dalam budaya Indonesia modern, kata "sekedeng" juga digunakan untuk menggambarkan sifat seseorang yang tidak sabar dalam melakukan sesuatu. Mereka yang memiliki sifat sekedeng biasanya memiliki semangat tinggi dan ingin segera menyelesaikan pekerjaan atau tugas. Dengan demikian, kata "sekedeng" masih memiliki peran penting dalam bahasa Indonesia dan budaya Indonesia modern.