Arti Kata "semeleh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "semeleh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

semeleh

se·me·leh /seméléh/ Jw a penuh penyerahan: ayahnya sekarang telah -- hatinya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "semeleh"

📝 Contoh Penggunaan kata "semeleh" dalam Kalimat

1.Ayahnya sekarang telah selemeh hatinya, bahkan tidak bisa memutuskan apa pun.
2.Pengalaman hidup membuatnya selemeh dan mengerti akan kesulitan yang dihadapi.
3.Dia sangat selemeh dan tidak pernah memaksakan pendapatnya kepada siapa pun.
4.Ketika dia kehilangan istri, hatinya menjadi selemeh dan tidak lagi kuat.
5.Pendidikan tidak hanya tentang mengetahui, tapi juga tentang selemeh dan mengerti diri sendiri.

📚 Artikel terkait kata "semeleh"

Mengenal Kata 'semeleh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Semeleh" - Inspirasi Hati yang Selalu Mengerti

Kata "semeleh" memiliki makna yang sangat spesifik dan unik dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini digunakan untuk menggambarkan suasana hati yang penuh penyerahan dan mengerti, seperti ketika seseorang menyerahkan hatinya kepada orang lain. Pada masa lalu, kata ini sering digunakan dalam konteks keluarga, seperti ketika seorang anak menyerahkan hatinya kepada orang tua atau saudara. Dalam prakteknya, kata "semeleh" dapat digunakan dalam kalimat-kalimat yang sangat alami. Misalnya, "Setelah melihat dedikasi ayahnya, hati anak itu sekarang sudah se·me·leh." Dalam kalimat ini, kata "semeleh" digunakan untuk menggambarkan bagaimana hati anak itu telah menyerahkan diri kepada ayahnya. Contoh lain adalah, "Ketika ibu meninggalkan rumah, hati anak itu sekarang sudah se·me·leh dan sedih." Dalam kalimat ini, kata "semeleh" digunakan untuk menggambarkan bagaimana hati anak itu telah menyerahkan diri kepada ibunya dan sedih karena harus meninggalkannya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "semeleh" memiliki relevansi yang sangat penting. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini digunakan untuk menggambarkan suasana hati yang penuh kasih sayang dan mengerti. Dalam konteks keluarga, kata ini digunakan untuk menggambarkan hubungan yang sangat erat antara orang tua dan anak. Dalam konteks sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan hubungan yang sangat dekat antara teman-teman. Dengan demikian, kata "semeleh" tidak hanya sebagai kata, tetapi juga sebagai simbol dari kasih sayang dan mengerti.