Arti Kata "sendok berdengar-dengar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sendok berdengar-dengar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sendok berdengar-dengar

Peribahasa karena pekerjaan dilakukan kurang hati-hati, akhirnya mendapat malu karena rahasia terbuka kepada orang lain

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sendok berdengar-dengar"

📝 Contoh Penggunaan kata "sendok berdengar-dengar" dalam Kalimat

1.Guru menghukum siswa karena pekerjaan tidak dilakukan dengan hati-hati, akhirnya kebocoran rahasia terbuka kepada teman.
2.Pekerjaan tidak dilakukan dengan hati-hati sehingga kebocoran rahasia terbuka kepada atasan.
3.Karena kebocoran rahasia, perusahaan harus menghadapi malu di depan masyarakat.
4.Kebocoran rahasia karena pekerjaan yang tidak hati-hati membuat perusahaan harus mengalami kerugian besar.
5.Kebocoran rahasia terbuka karena pekerjaan tidak dilakukan dengan hati-hati, sehingga perusahaan kehilangan kepercayaan masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "sendok berdengar-dengar"

Mengenal Kata 'sendok berdengar-dengar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sendok Berdengar-Dengar" - Inspirasi dan Motivasi

Sejak dahulu kala, kata "sendok berdengar-dengar" telah menjadi peribahasa yang populer di masyarakat Indonesia. Peribahasa ini memiliki makna yang sangat jelas, yaitu tentang kejadian yang tidak diinginkan, di mana seseorang melakukan pekerjaan atau tindakan dengan kurang hati-hati, sehingga akhirnya rahasia atau kebocoran informasi terbuka kepada orang lain. Dalam konteks ini, "sendok" dapat diartikan sebagai alat yang digunakan untuk makan atau minum, namun dalam konteks peribahasa, "sendok" lebih terkait dengan kebiasaan atau kegiatan seseorang.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Kata "sendok berdengar-dengar" sering digunakan dalam kalimat untuk menggambarkan situasi yang tidak diinginkan. Berikut adalah beberapa contoh: - "Dia melakukan kesalahan besar dan akhirnya jatuh dalam **sendok berdengar-dengar** karena rahasia perusahaan terbuka kepada pengusaha lain." - "Perusahaan kami harus berhati-hati dalam melakukan komunikasi karena kita tidak ingin jatuh dalam **sendok berdengar-dengar** yang dapat merusak reputasi perusahaan." - "Dia harus lebih berhati-hati dalam melakukan pekerjaan karena dia tidak ingin jatuh dalam **sendok berdengar-dengar** dan mendapatkan malu."

Budaya Indonesia Modern

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sendok berdengar-dengar" masih sangat relevan. Dalam era digital ini, informasi dapat berkembang dengan sangat cepat, dan tidak ada lagi keamanan yang terjamin. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk berhati-hati dalam melakukan tindakan atau kegiatan, sehingga kita tidak jatuh dalam **sendok berdengar-dengar**. Selain itu, kata "sendok berdengar-dengar" juga dapat digunakan sebagai motivasi untuk kita lebih berhati-hati dalam melakukan pekerjaan atau tindakan.