Arti Kata "sensualisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sensualisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sensualisme

sen·su·al·is·me /sénsualisme/ n ajaran yg menganggap bahwa segala pengetahuan manusia itu didasarkan pd suatu hal yg dapat ditangkap oleh pancaindra

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sensualisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "sensualisme" dalam Kalimat

1.sensualisme adalah ajaran yang menganggap bahwa pengetahuan manusia didasarkan pada pengalaman pancaindra.
2.Dalam sejarah filsafat barat, sensualisme muncul sebagai reaksi terhadap idealisme.
3.Pengajar di sekolah itu mengajarkan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman sensual kita.
4.Seniman yang mengikuti ajaran sensualisme akan menciptakan karya yang berfokus pada hal-hal yang dapat dirasakan.
5.Pemikiran sensualisme juga mempengaruhi cara berpikir seseorang dalam menentukan kebenaran.

📚 Artikel terkait kata "sensualisme"

Mengenal Kata 'sensualisme' - Inspirasi dan Motivasi

Sensualisme: Ajaran Pengetahuan yang Berbasis Pancaindra

Sensualisme adalah sebuah ajaran filosofis yang berpandangan bahwa segala pengetahuan manusia dapat diperoleh melalui pancaindra, yaitu pancaindra yang dapat menangkap informasi dari dunia sekitar. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno dan telah berkembang menjadi berbagai aliran filosofis yang berbeda. Dalam sejarah, sensualisme telah dipengaruhi oleh berbagai pemikir besar, seperti David Hume dan John Locke. Mereka berpendapat bahwa pengetahuan manusia tidak dapat diperoleh melalui ajaran-ajaran abstrak atau dogma, melainkan melalui pengalaman dan observasi langsung. Dengan demikian, sensualisme telah menjadi salah satu aliran filosofis yang paling berpengaruh dalam sejarah filsafat. Contoh-contoh penggunaan kata sensualisme dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: - "Pada era Renaissance, sensualisme menjadi salah satu aliran filosofis yang paling berpengaruh dalam perkembangan seni dan sastra." - "Dalam konteks psikologi, sensualisme dapat diartikan sebagai kemampuan manusia untuk menangkap informasi dari dunia sekitar melalui pancaindra." - "Ajaran sensualisme telah berpengaruh dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern, terutama dalam bidang fisika dan biologi." Dalam kehidupan sehari-hari, sensualisme masih sangat relevan. Kita dapat melihat bagaimana sensualisme berpengaruh dalam cara kita berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dengan menggunakan pancaindra, kita dapat menangkap informasi dari dunia sekitar dan membuat keputusan yang lebih baik. Dalam konteks Indonesia modern, sensualisme masih sangat penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kemampuan kita untuk menangkap informasi dan membuat keputusan yang lebih baik.