Arti Kata "serakah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "serakah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

serakah

se·ra·kah a selalu hendak memiliki lebih dr yg dimiliki; loba; tamak; rakus: meskipun sudah kaya, ia masih -- juga hendak mengangkangi harta saudaranya;
ke·se·ra·kah·an n kelobaan; ketamakan; kerakusan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "serakah"

📝 Contoh Penggunaan kata "serakah" dalam Kalimat

1.Ia sangat serakah dan selalu ingin menguasai kekayaan saudaranya.
2.Pendidikan moral di sekolah harus melibatkan pembelajaran tentang etika kerakusan dan ketamakan.
3.Ketamakan dan kerakusan orang-orang tertentu membuat masyarakat merasa tidak nyaman.
4.Pada era globalisasi, serakahnya manusia dalam mengkonsumsi sumber daya alam mengancam masa depan.
5.Dalam novel tersebut, tokoh utama digambarkan sebagai orang yang sangat loba dan rakus.

📚 Artikel terkait kata "serakah"

Mengenal Kata 'serakah' - Inspirasi dan Motivasi

Kata Serakah: Makna dan Relevansi dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata serakah memiliki makna yang sangat luas dan kompleks. Dalam bahasa Indonesia, serakah diartikan sebagai sifat seseorang yang selalu ingin memiliki lebih dari apa yang dimiliki, berlebihan, tamak, atau rakus. Sejarah kata ini dapat ditelusuri hingga masa lalu, ketika istilah ini digunakan untuk menggambarkan perilaku manusia yang tidak puas dengan apa yang dimiliki dan selalu ingin memiliki lebih. Dalam kehidupan sehari-hari, kata serakah sering digunakan untuk menggambarkan perilaku orang-orang yang tidak puas dengan apa yang dimiliki. Misalnya, "Ayahku masih sangat serakah dan ingin memiliki lebih banyak harta daripada saudaraku," atau "Dia sangat serakah dan tidak mau berbagi dengan orang lain." Perilaku serakah ini dapat menyebabkan konflik dan perselisihan dalam keluarga atau komunitas. Kata serakah juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks ekonomi dan sosial. Dalam budaya Indonesia, nilai-nilai seperti kerja keras dan keberhasilan ekonomi sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat. Namun, ketika nilai-nilai ini digunakan sebagai justifikasi untuk perilaku serakah, maka dapat menyebabkan ketimpangan dan konflik sosial. Dengan demikian, penting untuk memahami makna dan relevansi kata serakah dalam konteks kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.