Arti Kata "serampin" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "serampin" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

serampin

se·ram·pin n 1 tikar alas tempat membuat sagu (untuk mengumpulkan sagu); 2 sagu sisa yg tinggal di tikar sesudah sagu yg baik diambil

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "serampin"

📝 Contoh Penggunaan kata "serampin" dalam Kalimat

1.Pada musim hujan, para petani sagu membuat tikar alas untuk mengumpulkan sagu di atas serampin.
2.serampin kering yang terguncang-guncang di atas kerikil sungai mengingatkan pada kenangan masa kecil.
3.Pada hari libur, anak-anak sekolah biasanya bermain di atas serampin yang terdampar di tepi sungai.
4.Di daerah pedesaan, masyarakat masih menggunakan serampin sebagai alas untuk membuat sagu tradisional.
5.Para ilmuwan melakukan penelitian untuk mengembangkan teknologi baru yang dapat menggunakkan serampin sebagai bahan dasar.

📚 Artikel terkait kata "serampin"

Mengenal Kata 'serampin' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "serampin" - Inspirasi dan Motivasi

Sejarah dan Konteks Serampin

Kata "serampin" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, serampin merujuk pada tikar alas tempat membuat sagu, yaitu bahan makanan tradisional yang dihasilkan dari pohon sagu. Pada masa lalu, masyarakat di pedalaman Indonesia sangat tergantung pada sagu sebagai sumber makanan utama. Serampin menjadi tempat penting dalam proses pengolahan sagu, karena di sana sisa sagu yang tidak diinginkan, atau serampin, ditumpuk untuk kemudian diambil kembali dan dimanfaatkan sebagai bahan lain.

Contoh Penggunaan Kata Serampin

Serampin sering digunakan dalam kalimat yang alami, seperti: "Pengrajin sagu mengumpulkan serampin untuk diolah menjadi tepung sagu yang lebih baik." Dalam kalimat ini, serampin berfungsi sebagai bahan baku utama untuk membuat produk yang lebih bernilai. Contoh lainnya adalah: "Serampin yang ditinggalkan di tumpukan sagu menjadi sumber kekacauan bagi petani." Dalam kalimat ini, serampin diartikan sebagai sisa sagu yang tidak diinginkan, yang kemudian menjadi penyebab masalah bagi petani.

Relevansi Serampin dalam Kehidupan Sehari-Hari

Serampin masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di pedalaman Indonesia. Meskipun sagu bukan lagi sumber makanan utama seperti dulu, tetapi budaya dan tradisi membuat sagu masih lestari. Serampin masih digunakan sebagai bahan baku untuk membuat produk-produk yang unik, seperti kerajinan tangan. Dengan demikian, serampin tetap memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat pedalaman Indonesia.