Arti Kata "serondok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "serondok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

serondok

se·ron·dok a, ter·se·ron·dok a 1 mencuar; menjulang; 2 menganjur ke depan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "serondok"

📝 Contoh Penggunaan kata "serondok" dalam Kalimat

1.Garis pantai yang serondok menyebar sepanjang tepi laut.
2.Pada malam hari, kota tampak serondok dengan jutaan lampu.
3.Bukit terjal serondok ke atas dan menantang para pendaki.
4.Gagasan inovatif yang diajukan serondok ke arah masa depan.
5.Di tengah hutan, pohon-pohon raksasa serondok ke langit biru.

📚 Artikel terkait kata "serondok"

Mengenal Kata 'serondok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Serondok" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "serondok" memiliki makna yang unik dan menarik dalam bahasa Indonesia. Menurut KBBI, serondok berarti mencuar atau menjulang. Dalam konteks sejarah, kata ini mungkin digunakan untuk menggambarkan bentuk alam yang menjulang tinggi, seperti gunung atau bukit. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kata ini lebih sering digunakan untuk menggambarkan perilaku atau sikap seseorang yang agresif atau menonjol.

Contoh Penggunaan Kata "Serondok" dalam Kalimat

Kata "serondok" dapat digunakan dalam kalimat yang alami dan menarik. Contohnya, ketika seseorang berbicara dengan nada yang keras dan menonjol, kita dapat mengatakan bahwa mereka "berbicara dengan nada serondok". Atau, ketika seseorang melakukan tindakan yang agresif, kita dapat mengatakan bahwa mereka "melakukan tindakan serondok".

Rlevansi Kata "Serondok" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "serondok" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia. Dalam budaya kita, seringkali dianggap bahwa seseorang yang menonjol atau agresif dianggap sebagai orang yang kuat dan berani. Namun, dalam konteks modern, kita juga sadar bahwa perilaku "serondok" dapat berdampak negatif pada orang lain. Oleh karena itu, kita perlu belajar untuk mengembangkan sikap yang lebih harmonis dan toleran.