Arti Kata "setagen" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "setagen" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

setagen

se·ta·gen /setagén/ n sabuk (ikat pinggang) perempuan (biasanya terbuat dr kain), panjangnya antara 3—5 m, biasanya polos (putih, merah, hitam, hijau, dsb), dikenakan oleh mereka yg berkain

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "setagen"

📝 Contoh Penggunaan kata "setagen" dalam Kalimat

1.Di Indonesia, setagen sering digunakan sebagai aksesoris kebaya adat pada acara formal.
2.Ibu memilih setagen warna merah untuk melengkapi kebaya putihnya pada hari ulang tahun.
3.Pada masa kolonial, para perempuan Belanda menggunakan setagen sebagai ikatan pinggang yang elegan.
4.setagen kain putih dengan motif batik Jawa terlihat sederhana namun elegan pada acara pernikahan.
5.Pengrajin setagen masih menggunakan teknik tradisional untuk membuat setagen yang unik dan cantik.

📚 Artikel terkait kata "setagen"

Mengenal Kata 'setagen' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Setagen" - Inspirasi dan Motivasi

Setagen adalah sabuk perempuan tradisional yang populer di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Kata ini memiliki makna yang kaya dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia selama berabad-abad. Kata setagen berasal dari bahasa Jawa, yang berarti "sabuk" atau "ikat pinggang". Dalam konteks sejarah, setagen digunakan sebagai simbol status sosial dan kemampuan ekonomi perempuan. Pada masa lalu, setagen dikenakan oleh perempuan yang berstatus sebagai ibu rumah tangga atau pekerja rumah tangga. Mereka menggunakan setagen sebagai simbol status sosial dan sebagai pelindung tubuh mereka saat melaksanakan tugas-tugas sehari-hari. Setagen biasanya terbuat dari kain, seperti katun atau linen, dan memiliki panjang antara 3-5 meter. Warna setagen juga bervariasi, seperti putih, merah, hitam, hijau, dan lain-lain. Setagen seringkali digunakan sebagai simbol identitas dan status sosial perempuan dalam masyarakat tradisional. Setagen masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di daerah pedesaan. Namun, penggunaan setagen telah berubah seiring dengan perkembangan zaman. Sekarang, setagen digunakan sebagai pakaian adat atau sebagai simbol identitas budaya. Banyak perempuan yang masih menggunakan setagen dalam kegiatan-kegiatan adat, seperti upacara perkawinan atau perayaan hari raya. Dalam budaya modern, setagen masih memiliki makna yang kaya dan menjadi simbol identitas budaya Indonesia. Setagen masih relevan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Banyak perempuan yang masih menggunakan setagen sebagai simbol identitas dan status sosial. Setagen juga digunakan sebagai inspirasi dan motivasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan setagen, perempuan dapat menunjukkan status sosial dan kemampuan ekonomi mereka. Setagen juga dapat menjadi simbol identitas dan kebanggaan sebagai perempuan Indonesia.