Arti Kata "sidratulmuntaha" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sidratulmuntaha" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sidratulmuntaha

sid·ra·tul·mun·ta·ha n Isl tempat paling tinggi dan paling akhir di atas langit ketujuh yg dikunjungi Nabi Muhammad saw. ketika mikraj, di tempat itu Nabi melihat Malaikat Jibril dl bentuk yg asli dan menerima perintah salat lima waktu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sidratulmuntaha"

📝 Contoh Penggunaan kata "sidratulmuntaha" dalam Kalimat

1.Pada malam Mikraj, Nabi Muhammad saw. mendapat wahyu pertama di sidratulmuntaha.
2.Dalam ajaran Islam, sidratulmuntaha merupakan tempat spiritual yang spesial.
3.sidratulmuntaha dikatakan sebagai tempat terakhir yang dikunjungi Nabi Muhammad saw. selama Mikraj.
4.Dalam kehidupan sehari-hari, banyak umat Islam yang berdzikir di sidratulmuntaha setiap malam.
5.Dalam ilmu keagamaan, sidratulmuntaha dianggap sebagai tempat yang paling tinggi di langit ketujuh.

📚 Artikel terkait kata "sidratulmuntaha"

Mengenal Kata 'sidratulmuntaha' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sidratulmuntaha" Dalam Agama Islam

Kata sidratulmuntaha memiliki makna yang khusus dalam konteks agama Islam. Dalam bahasa Indonesia, kata ini dapat diterjemahkan sebagai 'tempat paling tinggi dan paling akhir di atas langit ketujuh'. Konsep ini memiliki makna filosofis yang dalam, yaitu sebagai tempat dimana manusia dapat mencapai kesempurnaan dan kebahagiaan. Dalam sejarah Islam, sidratulmuntaha memiliki peran penting dalam kisah Mikraj Nabi Muhammad saw. Ketika Nabi Muhammad saw. melakukan Mikraj, dia dikunjungi oleh Malaikat Jibril di sidratulmuntaha di atas langit ketujuh. Di tempat itu, Nabi Muhammad saw. melihat Malaikat Jibril dalam bentuk aslinya dan menerima perintah untuk melaksanakan salat lima waktu. Dalam kehidupan sehari-hari, kata sidratulmuntaha sering digunakan dalam konteks agama Islam untuk menggambarkan tempat yang paling tinggi dan paling akhir. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata sidratulmuntaha dalam kalimat yang alami: - "Nabi Muhammad saw. pergi ke sidratulmuntaha untuk menerima perintah salat lima waktu." - "Tempat sidratulmuntaha merupakan simbol kebahagiaan dan kesempurnaan." - "Dalam agama Islam, sidratulmuntaha merupakan tempat yang paling tinggi dan paling akhir." Kata sidratulmuntaha juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia modern. Dalam beberapa kasus, kata ini digunakan untuk menggambarkan tempat yang paling tinggi dan paling akhir dalam suatu konteks. Misalnya, dalam konteks bisnis, kata sidratulmuntaha dapat digunakan untuk menggambarkan tempat yang paling tinggi dan paling akhir dalam suatu rantai pasokan atau supply chain. Dalam kesimpulan, kata sidratulmuntaha memiliki makna yang khusus dalam konteks agama Islam dan memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia modern.