Arti Kata "sistem gangsur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sistem gangsur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sistem gangsur

sistem menjual hak milik atas tanah dalam jangka waktu yang tertentu dengan harga rendah, jika ditebus kembali, harga menjadi tinggi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sistem gangsur"

📝 Contoh Penggunaan kata "sistem gangsur" dalam Kalimat

1.Pemerintah mengimplementasikan sistem gangsur untuk meningkatkan pendapatan dari tanah negara.
2.sistem gangsur yang diterapkan di desa kami telah membantu meningkatkan pendapatan warga.
3.Pengembang properti menggunakan sistem gangsur untuk menjual tanah dengan harga lebih rendah.
4.Penggunaan sistem gangsur dapat mempromosikan keadilan dalam distribusi hak atas tanah.
5.sistem gangsur ini memiliki prinsip dasar yang sederhana, tetapi dapat efektif dalam meningkatkan pendapatan.

📚 Artikel terkait kata "sistem gangsur"

Mengenal Kata 'sistem gangsur' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sistem Gangsur" - Inspirasi dan Motivasi

Sistem gangsur adalah konsep yang paling sering diasosiasikan dengan praktik penjualan hak milik atas tanah dengan harga rendah, dengan ketentuan bahwa jika pembeli ingin membeli kembali hak tersebut, mereka harus membayar harga yang jauh lebih tinggi. Konsep ini memiliki sejarah panjang dan kompleks, dengan akar yang dapat ditelusuri kembali ke praktik-praktik feudal di Eropa pada abad pertengahan. Dalam konteks modern, sistem gangsur sering digunakan sebagai strategi untuk menguasai tanah atau sumber daya alam yang strategis.

Contoh Penggunaan Kata Sistem Gangsur

Sistem gangsur sering digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam sejarah, ekonomi, dan politik. Misalnya, pada abad ke-19, pemerintah Kolonial Belanda menggunakan sistem gangsur untuk menguasai tanah-tanah di Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Mereka menjual hak milik atas tanah kepada para petani dengan harga rendah, tetapi dengan ketentuan bahwa jika mereka ingin membeli kembali hak tersebut, mereka harus membayar harga yang jauh lebih tinggi. Sistem gangsur juga sering digunakan dalam konteks bisnis. Misalnya, perusahaan real estate yang ingin menguasai tanah yang strategis mungkin menggunakan sistem gangsur untuk menjual hak milik atas tanah kepada para investor dengan harga rendah, tetapi dengan ketentuan bahwa jika mereka ingin membeli kembali hak tersebut, mereka harus membayar harga yang jauh lebih tinggi.

Relevansi Kata Sistem Gangsur dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sistem gangsur memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Misalnya, banyak orang Indonesia yang telah kehilangan hak milik atas tanah mereka karena sistem gangsur yang digunakan oleh pemerintah atau perusahaan-perusahaan besar. Hal ini dapat menyebabkan ketidaksetaraan sosial dan ekonomi, karena orang-orang yang telah kehilangan hak milik atas tanah mereka tidak memiliki akses ke sumber daya alam yang strategis. Dalam konteks budaya Indonesia modern, sistem gangsur sering digunakan sebagai metafor untuk menggambarkan ketidaksetaraan sosial dan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Misalnya, dalam lagu-lagu musik Indonesia, sistem gangsur sering digunakan sebagai simbol dari ketidakadilan dan ketidaksetaraan sosial yang terjadi di masyarakat. Dengan demikian, sistem gangsur memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, baik dalam konteks ekonomi, politik, dan budaya.