Arti Kata "skorbut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "skorbut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

skorbut

skor·but n penyakit karena kekurangan vitamin C dng tanda perdarahan pd gusi, kulit, usus dsb, berasa lemah, nyeri sendi, dan kekurangan darah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "skorbut"

📝 Contoh Penggunaan kata "skorbut" dalam Kalimat

1.Pengobatan skorbut melibatkan pemberian vitamin C dalam bentuk tablet atau jus jeruk.
2.Kurangnya vitamin C dalam makanan dapat menyebabkan skorbut pada anak-anak yang tidak terpenuhi kebutuhan gizinya.
3.Saya merasa lemah dan sakit sendi, kemungkinan saya menderita skorbut karena tidak mengonsumsi buah-buahan yang cukup.
4.Penelitian tentang skorbut telah membantu dokter memahami pengaruh vitamin C pada kesehatan manusia secara keseluruhan.
5.Pasien skorbut biasanya mengalami perdarahan gusi, kulit, dan pendarahan usus yang memerlukan perawatan intensif.

📚 Artikel terkait kata "skorbut"

Mengenal Kata 'skorbut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Skorbut" - Penyakit yang Mengancam Kesehatan

Skorbut adalah kata yang mungkin asing bagi sebagian orang, tapi sebenarnya telah ada sejak lama dalam bahasa Indonesia. Kata ini berasal dari bahasa Belanda, "scurvy", yang digunakan pada abad ke-17 untuk menggambarkan penyakit yang menyebabkan kekurangan vitamin C. Dalam konteks historis, skorbut sangat umum terjadi pada pelaut yang berlayar jauh dan tidak memiliki akses ke makanan segar. Dalam arti resmi, skorbut adalah penyakit karena kekurangan vitamin C yang ditandai dengan perdarahan pada gusi, kulit, usus, serta gejala lain seperti lemah, nyeri sendi, dan kekurangan darah. Skorbut dapat dihindari dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah-buahan dan sayuran hijau. Vitamin C merupakan nutrisi yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Berikut beberapa contoh penggunaan kata skorbut dalam kalimat yang alami: "Saya harus berhati-hati untuk tidak terkena skorbut karena saya jarang mengonsumsi buah-buahan", "Pada abad ke-17, skorbut sangat umum terjadi pada pelaut yang berlayar jauh", atau "Saya harus mengonsumsi vitamin C untuk menghindari skorbut". Skorbut masih tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kalangan masyarakat yang tidak memiliki akses ke makanan segar atau memiliki gaya hidup yang tidak seimbang. Dalam budaya Indonesia modern, skorbut dapat dihindari dengan mengonsumsi makanan yang seimbang dan mengandung vitamin C yang cukup.