Arti Kata "rengeh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rengeh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rengeh

re·ngeh /réngéh/ v, me·re·ngeh v meringkik (tt kuda)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rengeh"

📝 Contoh Penggunaan kata "rengeh" dalam Kalimat

1.Kuda itu me-rengeh dengan keras ketika melihat sang pacu menunggu di gerbang.
2.Pada saat itu, penunggang kuda itu me-rengeh dengan keras dan membuat kuda itu berlari cepat.
3.Selama latihan, pelatih menyuruh penunggang me-rengeh kuda agar kuda menjadi lebih gesit.
4.Setelah beberapa menit berlari, kuda me-rengeh dengan keras dan membuat sang pacu terkejut.
5.Pada festival tradisional, penunggang kuda me-rengeh kuda dengan keras sambil berpawai melintasi jalan.

📚 Artikel terkait kata "rengeh"

Mengenal Kata 'rengeh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "rengeh" dalam Bahasa Indonesia

Kata "rengeh" memiliki makna yang unik dan khas dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, "rengeh" memiliki arti sebagai "meringkik" atau "mengeluarkan suara seperti kuda". Namun, makna ini telah berkembang dan digunakan dalam konteks yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sejarah, kata "rengeh" digunakan untuk menggambarkan suara kuda yang menunjukkan kelelahan atau kecewa. Namun, seiring waktu, makna ini telah berkembang menjadi suatu simbol yang lebih luas. Dalam budaya Indonesia, "rengeh" telah menjadi simbol kekecewaan atau kelelahan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Contoh penggunaan kata "rengeh" dalam kalimat yang alami adalah: "Suara kuda rengeh karena kelelahan setelah perjalanan yang panjang." Atau, "Dia rengeh karena tidak menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya." Dalam kedua contoh ini, kata "rengeh" digunakan untuk menggambarkan suara kuda yang menunjukkan kelelahan atau kekecewaan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "rengeh" memiliki relevansi yang signifikan. Ketika kita menghadapi masalah atau kekecewaan, suara rengeh dapat menjadi simbol perasaan kita yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Dalam konteks ini, "rengeh" menjadi simbol kekecewaan yang tak dapat dihindari. Dalam budaya Indonesia modern, "rengeh" telah menjadi simbol yang lebih luas. Dalam musik, kata "rengeh" digunakan sebagai inspirasi untuk menciptakan lagu-lagu yang menggambarkan kekecewaan atau kelelahan. Dalam sastra, "rengeh" digunakan sebagai simbol yang dapat menggambarkan perasaan yang kompleks. Dalam kesimpulan, kata "rengeh" memiliki makna yang unik dan khas dalam bahasa Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, "rengeh" memiliki relevansi yang signifikan sebagai simbol kekecewaan atau kelelahan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.