Arti Kata "slof" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "slof" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

slof

slof n kemasan rokok berisi 5, 10, atau 20 bungkus: ia mampu menghabiskan lima - rokok dl sebulan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "slof"

📝 Contoh Penggunaan kata "slof" dalam Kalimat

1.Saya membeli slof rokok di minimarket untuk orang tua saya yang suka merokok.
2.Dia memiliki kebiasaan buruk menghabiskan satu slof rokok dalam seminggu saja.
3.Pemerintah melarang penjualan slof rokok untuk anak di bawah umur.
4.Saya tidak bisa membiayai kebiasaan rokok saya jika tidak membeli slof rokok dalam paket besar.
5.Pada zaman dulu, slof rokok dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan sekarang.

📚 Artikel terkait kata "slof"

Mengenal Kata 'slof' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Slof" - Kebiasaan Menyimpang dari Norma

Kata "slof" adalah istilah yang mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Sesungguhnya, kata ini memiliki makna yang cukup menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Slof dalam arti resmi adalah kemasan rokok berisi 5, 10, atau 20 bungkus yang dikaitkan dengan kebiasaan menyimpang dari norma, yaitu mampu menghabiskan lima atau lebih rokok dalam sebulan. Dalam konteks historis dan sosial, kata slof muncul sebagai sebuah label untuk menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki kecenderungan untuk mengonsumsi rokok dalam jumlah yang berlebihan. Perilaku ini tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga pada lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, penggunaan kata slof dapat diartikan sebagai sebuah peringatan untuk menghindari kebiasaan merokok yang berlebihan. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata slof dalam kalimat yang alami: * "Dia sangat slof dalam mengonsumsi rokok, sehingga harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli perokok." * "Ayah saya sangat slof, sehingga harus pergi ke dokter untuk melakukan perawatan karena efeknya pada kesehatannya." * "Kita harus berhati-hati agar tidak menjadi slof, karena efeknya dapat sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan." Kata slof juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, kebiasaan merokok telah menjadi semakin populer di kalangan remaja dan dewasa muda. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya merokok dan menghindari kebiasaan slof. Dengan demikian, kita dapat menjaga kesehatan dan lingkungan yang lebih baik.