Arti Kata "spastik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "spastik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

spastik

spas·tik a menjadikan kaku; mengejang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "spastik"

📝 Contoh Penggunaan kata "spastik" dalam Kalimat

1.Pada pagi itu, tubuhnya mengerang karena ototnya menjadi spastik.
2.Setelah lama tidak berolahraga, fisiknya menjadi kaku dan spastik, sehingga sulit untuk bergerak.
3.Dia harus belajar menghadapi kondisi spastik secara positif dan mengembangkan dirinya.
4.Kondisi spastik yang dialaminya membuatnya harus banyak mencari bantuan dari dokter dan terapis.
5.Pada pesta malam itu, dia menarik perhatian orang dengan gerakannya yang aneh karena spastik.

📚 Artikel terkait kata "spastik"

Mengenal Kata 'spastik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "spastik" - Mengatasi Kaku dan Mengejang

Kata spastik sering digunakan dalam konteks medis untuk menggambarkan kondisi tubuh yang mengalami kaku dan mengejang. Namun, apakah kamu tahu asal-usul kata ini? Kata spastik berasal dari bahasa Yunani, yaitu "spastikos", yang berarti "mengikat" atau "memasang". Dalam konteks medis, kata ini digunakan untuk menggambarkan keadaan otot yang terikat atau mengalami kaku, sehingga menyebabkan gerakan yang terbatas. Contoh penggunaan kata spastik dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: * Pasien mengalami gejala spastik pada lengan yang menyebabkan gerakan terbatas. * Dokter melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah gejala spastik disebabkan oleh kondisi medis atau tidak. * Pengobatan spastik biasanya melibatkan terapi fisik untuk membantu meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi kaku. Dalam kehidupan sehari-hari, kata spastik juga digunakan dalam konteks budaya Indonesia. Misalnya, dalam film atau drama, karakter yang mengalami kecelakaan atau cedera sering digambarkan sebagai penderita spastik. Selain itu, kata ini juga digunakan dalam konteks olahraga, seperti atlet yang mengalami cedera spastik yang menyebabkan kehilangan fleksibilitas. Dalam budaya Indonesia modern, kata spastik juga digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam konteks kejiwaan. Misalnya, seseorang yang mengalami kecemasan atau stres sering digambarkan sebagai orang yang mengalami spastik mental. Dalam konteks ini, kata spastik digunakan untuk menggambarkan keadaan mental yang terikat atau mengalami kaku, sehingga menyebabkan gangguan fungsi mental.