Arti Kata "stimulus" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "stimulus" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

stimulus

sti·mu·lus n perangsang organisme bagian tubuh atau reseptor lain untuk menjadi aktif

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "stimulus"

📝 Contoh Penggunaan kata "stimulus" dalam Kalimat

1.Kata "stimulus" dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti berikut:
2.Pemerintah memberikan stimulus ekonomi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
3.Kondisi lingkungan yang tidak seimbang dapat menjadi stimulus bagi penyebaran penyakit.
4.Di ruang laboratorium, peneliti menguji efek stimulus pada otot tikus.
5.Kita dapat menggunakan musik sebagai stimulus untuk meningkatkan konsentrasi saat belajar.

📚 Artikel terkait kata "stimulus"

Mengenal Kata 'stimulus' - Inspirasi dan Motivasi

Stimulus: Mengenal Konsep Perangsang dalam Biologi

Stimulus adalah kata yang berasal dari bahasa Latin, yang berarti "perangsang" atau "rangkaian rangsang". Dalam konteks biologi, kata ini merujuk pada perangsang organisme bagian tubuh atau reseptor lain untuk menjadi aktif. Konsep stimulus sudah dikenal sejak zaman kuno, ketika para ilmuwan mencoba memahami bagaimana organisme bereaksi terhadap lingkungan sekitar. Dalam sejarah, kata stimulus digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari psikologi hingga biologi. Dalam psikologi, stimulus digunakan untuk menggambarkan rangsang yang memicu respons emosi atau perilaku. Sementara itu, dalam biologi, stimulus digunakan untuk menggambarkan perangsang yang memicu respons tubuh atau reseptor lain. Dalam konteks ini, stimulus dapat berupa suara, cahaya, atau bahkan bau. Contoh penggunaan kata stimulus dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: * Pada saat mendengar suara tembakan, otak akan menerima stimulus untuk merespons dengan cepat dan berhati-hati. * Cahaya matahari dapat menjadi stimulus untuk fotosintesis pada tanaman. * Bau makanan dapat menjadi stimulus untuk meningkatkan selera makan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata stimulus memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, dalam dunia pendidikan, guru dapat menggunakan stimulus untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Sementara itu, dalam dunia bisnis, perusahaan dapat menggunakan stimulus untuk meningkatkan penjualan atau brand awareness. Dalam konteks ini, stimulus dapat berupa iklan, promosi, atau bahkan event. Dalam budaya Indonesia modern, kata stimulus juga memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, dalam seni rupa, seniman dapat menggunakan stimulus untuk menciptakan karya yang inovatif dan menarik. Sementara itu, dalam musik, komposer dapat menggunakan stimulus untuk menciptakan lagu yang menarik dan menghibur. Dalam konteks ini, stimulus dapat berupa nada, ritme, atau bahkan harmoni. Dalam kesimpulan, kata stimulus memiliki makna yang luas dan relevan dalam berbagai bidang. Dari psikologi hingga biologi, dari pendidikan hingga bisnis, dari seni rupa hingga musik, kata stimulus memiliki peran yang signifikan dalam membantu kita memahami bagaimana organisme bereaksi terhadap lingkungan sekitar.