Arti Kata "sudah lulus maka hendak melantai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sudah lulus maka hendak melantai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sudah lulus maka hendak melantai

Peribahasa sudah celaka baru ingat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sudah lulus maka hendak melantai"

📝 Contoh Penggunaan kata "sudah lulus maka hendak melantai" dalam Kalimat

1.Mahasiswa itu sudah lulus maka hendak melantai di dunia kerja.
2.Prajurit yang gagal melawan musuh bisa mengatakan sudah lulus maka hendak melantai.
3.Setelah lulus sekolah, dia langsung mencari kerja karena sudah lulus maka hendak melantai.
4.Pada perayaan hari ulang tahunnya, dia mengatakan bahwa sudah lulus maka hendak melantai ke kehidupan yang lebih bahagia.
5.Dia mengatakan bahwa sudah lulus maka hendak melantai di karirnya setelah menyelesaikan tes kenaikan jabatan.

📚 Artikel terkait kata "sudah lulus maka hendak melantai"

Mengenal Kata 'sudah lulus maka hendak melantai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sudah Lulus Maka Hendak Melantai" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "sudah lulus maka hendak melantai" merupakan ungkapan populer dalam bahasa Indonesia yang biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang baru saja menyelesaikan masalah atau tantangan, tetapi masih belum siap untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Kata ini memiliki makna yang sama dengan "sudah celaka baru ingat" yang mengandung makna bahwa orang tersebut baru menyadari kesalahan atau kegagalan setelah melewati masalah tersebut. Peribahasa ini memiliki konteks yang erat dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia, terutama dalam konteks pendidikan. Banyak orang yang baru saja lulus dari sekolah atau universitas, tetapi masih belum memiliki rencana yang jelas untuk masa depan. Mereka mungkin masih bingung dengan pilihan karir atau masih belum memiliki keahlian yang memadai untuk mengejar impian mereka. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "sudah lulus maka hendak melantai" dalam kalimat yang alami: * "Setelah lulus dari universitas, dia baru menyadari bahwa dia belum siap untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya dalam karirnya." * "Dia baru lulus dari sekolah, tapi masih belum memiliki rencana yang jelas untuk masa depannya." * "Sudah lulus maka hendak melantai, itulah yang sering terjadi pada anak muda yang baru saja memulai karirnya." Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "sudah lulus maka hendak melantai" dapat digunakan untuk menggambarkan situasi yang umum terjadi pada banyak orang. Banyak orang yang baru saja menyelesaikan masalah atau tantangan, tetapi masih belum siap untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Peribahasa ini dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk orang-orang yang ingin mencapai kesuksesan.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Peribahasa "sudah lulus maka hendak melantai" memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pendidikan dan karir. Banyak orang yang baru saja lulus dari sekolah atau universitas, tetapi masih belum memiliki rencana yang jelas untuk masa depan. Mereka mungkin masih bingung dengan pilihan karir atau masih belum memiliki keahlian yang memadai untuk mengejar impian mereka. Dalam konteks budaya Indonesia modern, peribahasa "sudah lulus maka hendak melantai" dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk orang-orang yang ingin mencapai kesuksesan. Banyak orang yang berhasil mencapai kesuksesan karena mereka tidak takut untuk mencoba dan tidak menyerah meskipun menghadapi tantangan.