Arti Kata "tabuh larangan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tabuh larangan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tabuh larangan

tabuh yang tidak dipakai sehari-hari (baru dipakai apabila ada peristiwa penting)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tabuh larangan"

📝 Contoh Penggunaan kata "tabuh larangan" dalam Kalimat

1.Pada hari peringatan kemerdekaan, bendera nasional di tempat umum tabuh larangan untuk menandakan hormat.
2.Di tengah kekacauan, seseorang memasang tabuh larangan di depan pintu masuk untuk menghentikan orang yang tidak berizin.
3.Pemerintah mengatur tabuh larangan di kota besar untuk mengurangi polusi udara pada hari libur.
4.Dalam upacara pernikahan, pengantin memasang tabuh larangan di depan acara untuk menandakan bahwa tidak ada tamu yang tidak diundang.
5.Pada saat upacara pembukaan Sukan Nasional, tabuh larangan dipasang di sekitar stadion untuk menunjukkan rasa hormat kepada peserta.

📚 Artikel terkait kata "tabuh larangan"

Mengenal Kata 'tabuh larangan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tabuh Larangan" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "tabuh larangan" memiliki makna yang khas dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, tabuh larangan merujuk pada suatu tabuh yang tidak dipakai sehari-hari namun dibawa dan digunakan pada peristiwa penting. Dalam konteks historis, tabuh larangan sering digunakan dalam upacara adat atau perayaan besar di masyarakat Indonesia. Pada masa lalu, tabuh larangan biasanya merupakan simbol kekuasaan atau status sosial tertentu, sehingga hanya dapat digunakan oleh orang-orang yang berhak.

Penggunaan dalam Kalimat yang Alami

Tabuh larangan sering digunakan dalam kalimat yang alami untuk menggambarkan suatu peristiwa atau kegiatan yang khusus. Misalnya, "Pada acara pernikahan, ibu mertua mengeluarkan tabuh larangan untuk menandai awal upacara." Dalam kalimat ini, tabuh larangan digunakan sebagai simbol penting dalam perayaan tersebut. Contoh lain, "Ketika mendengar kabar kejadian bencana, masyarakat segera mengeluarkan tabuh larangan untuk menunjukkan dukungan dan solidaritas." Dalam kalimat ini, tabuh larangan digunakan sebagai tanda solidaritas dan dukungan.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata tabuh larangan memiliki relevansi yang masih terasa. Misalnya, pada acara-acara besar seperti pernikahan, acara ulang tahun, atau perayaan hari raya, tabuh larangan masih digunakan sebagai simbol penting. Selain itu, tabuh larangan juga digunakan dalam konteks modern seperti dalam perayaan budaya atau acara keagamaan. Oleh karena itu, kata tabuh larangan masih memiliki makna yang kuat dalam budaya Indonesia modern.