Arti Kata "juandang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "juandang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

juandang

ju·an·dang lihat bujang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "juandang"

📝 Contoh Penggunaan kata "juandang" dalam Kalimat

1.Pemuda di desa tersebut masih dalam tahap juandang, belum menikah atau memiliki keluarga.
2.Bapaknya marah ketika melihat anaknya masih juandang, tidak memiliki niat untuk menikah.
3.Pengajar menjelaskan bahwa menjadi juandang tidaklah salah, karena setiap orang memiliki waktu dan kesempatan sendiri.
4.Dalam masyarakat tradisional, seorang pemuda harus menikah sebelum menjadi juandang, untuk menghindari stigma sosial.
5.Istri ayahnya berkata, "Anakku, kamu sudah terlalu lama menjadi juandang, saatnya kamu menikah dan memiliki keturunan sendiri."

📚 Artikel terkait kata "juandang"

Mengenal Kata 'juandang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Juandang" - Inspirasi dan Motivasi

Makna dan Konteks Historis

Kata "juandang" sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang masih belum menikah atau belum memiliki pasangan hidup. Kata ini memiliki makna yang luas, mencakup aspek sosial, budaya, dan emosi. Dalam konteks historis, kata "juandang" telah digunakan sejak zaman kolonial Belanda untuk menggambarkan status sosial seseorang yang masih belum menikah. Status ini sering dianggap sebagai status sosial yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang sudah menikah.

Contoh Penggunaan Kata "Juandang"

Kata "juandang" sering digunakan dalam kalimat yang alami, seperti: "Dia masih juandang, jadi dia tidak pernah berpikir tentang memiliki anak." Dalam kalimat ini, kata "juandang" digunakan untuk menggambarkan status sosial seseorang yang masih belum menikah. Contoh lain adalah: "Dia sangat bersemangat untuk menemukan pasangan hidupnya, karena dia masih juandang dan ingin memiliki keluarga." Dalam kalimat ini, kata "juandang" digunakan untuk menggambarkan keinginan seseorang untuk menemukan pasangan hidup.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "juandang" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Banyak orang yang masih menggunakan kata ini untuk menggambarkan status sosial mereka. Selain itu, kata "juandang" juga digunakan sebagai inspirasi dan motivasi bagi mereka yang masih belum menikah. Dengan kata "juandang", mereka dapat merasa lebih nyaman dan tidak perlu khawatir tentang status sosial mereka. Oleh karena itu, kata "juandang" tetap menjadi kata yang sangat penting dalam bahasa Indonesia.