Arti Kata "tangkup" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tangkup" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tangkup

tang·kup n tutup; penutup: peti ini bagus, tetapi tidak ada -- nya;
ber·tang·kup v 1 saling menutup antara kedua belah bagiannya: paruh burung itu ~; kedua telapak tangannya ~; 2 bertelangkup; bertelungkup: ia berbaring ~;
me·nang·kup v 1 mengatup: sebentar-sebentar mulut binatang itu menganga, lalu ~ lagi; 2 menelungkup; meniarap; tengkurap: mukanya ~ ke bantal krn menahan tangis;
me·nang·kup·kan v 1 mengatupkan; 2 menelungkupkan; meniarapkan: ~ perahu untuk memperbaiki lunasnya;
ter·tang·kup v 1 tertutup; terkatup; 2 tertiarap; tertelungkup; tertengkurap: mukanya ~ ke bantal;
~ sama termakan tanah, telentang sama terminum air, pb sama-sama dl suka dan duka;
se·tang·kup n sama besar ukurannya kedua belah bagiannya;
~ tangan sebanyak isi rongga kedua belah tangan ditangkupkan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tangkup"

📝 Contoh Penggunaan kata "tangkup" dalam Kalimat

1.Keran air di dapur sudah tertutup, jadi tidak bisa digunakan.
2.Saya menaruh peralatan di dalam peti, lalu menutupnya untuk melindungi dari debu.
3.Burung kicauan itu memiliki paruh yang bisa saling menutup.
4.Saya menelungkupkan tubuh saya untuk beristirahat setelah berlari maraton.
5.Kerangka mobil sudah tertelungkup ke jalan, jadi perlu diperiksa sebelum diangkat.

📚 Artikel terkait kata "tangkup"

Mengenal Kata 'tangkup' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tangkup" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "tangkup" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini dapat diartikan sebagai tutup atau penutup, seperti tutup peti atau tutup mulut. Dalam konteks sosial dan historis, kata "tangkup" telah digunakan sejak zaman kolonial Belanda, ketika kata ini digunakan untuk menggambarkan kesetaraan atau keseragaman antara dua hal. Penggunaan kata "tangkup" dapat ditemukan dalam berbagai kalimat alami. Misalnya, "Mengapa kamu tidak membuka tutup peti ini?" atau "Muka kamu tertangkup ke bantal karena menahan tangis." Dari contoh-contoh ini, dapat dilihat bahwa kata "tangkup" memiliki makna yang berbeda-beda tergantung konteksnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tangkup" memiliki relevansi yang besar. Misalnya, ketika kita sedang bermain dengan teman kita, kita dapat mengatakan "Kita harus saling menangkup antara kedua belah bagiannya" untuk menggambarkan kegiatan bermain yang menarik. Dalam budaya Indonesia modern, kata "tangkup" juga dapat digunakan untuk menggambarkan kesetaraan atau keseragaman antara dua hal, seperti dalam kalimat "Kita harus saling menangkup kebutuhan dan keinginan kita."

Kata yang Mirip

tangkup telentang