Arti Kata "tarif iklan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tarif iklan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tarif iklan

harga iklan menurut ruang (dalam media cetak) menurut waktu (dalam media elektronik) atau menurut frekuensi pertunjukan (dalam bioskop)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tarif iklan"

📝 Contoh Penggunaan kata "tarif iklan" dalam Kalimat

1.Pemilik media online harus menetapkan tarif iklan yang wajar untuk promosi produk.
2.Saya harus membayar tarif iklan yang mahal untuk merekam acara olahraga di televisi.
3.Dalam film dokumenter, tarif iklan tidak diperbolehkan untuk memberikan informasi palsu.
4.Pihak bioskop memutuskan tarif iklan yang lebih rendah untuk film anak-anak.
5.Dengan tarif iklan yang lebih murah, bisnis online dapat memajang produk secara lebih efektif.

📚 Artikel terkait kata "tarif iklan"

Mengenal Kata 'tarif iklan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tarif Iklan" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam dunia bisnis dan komunikasi, terutama di bidang media, ada sebuah istilah yang sangat penting untuk diketahui, yaitu **tarif iklan**. Kata ini memiliki arti resmi sebagai 'harga iklan menurut ruang (dalam media cetak) menurut waktu (dalam media elektronik) atau menurut frekuensi pertunjukan (dalam bioskop)'. Dalam konteks sejarah, konsep **tarif iklan** mulai berkembang pada awal abad ke-20, ketika media cetak seperti koran dan majalah mulai berkembang luas. Pada saat itu, harga iklan ditentukan berdasarkan ruang iklan yang dipasang, seperti halaman cetak atau ukuran ukuran iklan. Dengan kemajuan teknologi digital, konsep **tarif iklan** juga berkembang ke media elektronik, seperti radio dan televisi. Sekarang, **tarif iklan** juga dapat ditemukan di bioskop, di mana harga iklan ditentukan berdasarkan frekuensi pertunjukan film. Berikut beberapa contoh penggunaan kata **tarif iklan** dalam kalimat yang alami: * "Harga iklan di koran hari ini sangat mahal, saya tidak bisa membelinya." * "Saya tidak tahu berapa **tarif iklan** di televisi lokal, saya harus cek terlebih dahulu." * "Bioskop yang saya kunjungi memiliki **tarif iklan** yang sangat mahal, saya tidak bisa meneleponnya." Dalam kehidupan sehari-hari, **tarif iklan** sangat relevan, terutama bagi para pengusaha dan marketer. Mereka harus memahami bagaimana cara menentukan harga iklan yang tepat untuk mencapai target audiens mereka. Dengan demikian, konsep **tarif iklan** dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi para pengusaha dan marketer untuk membuat strategi pemasaran yang efektif. Sebagai catatan, **tarif iklan** tidak hanya berlaku pada media tradisional, tetapi juga pada media digital seperti website dan aplikasi. Oleh karena itu, penting bagi para pengusaha dan marketer untuk memahami konsep **tarif iklan** dan bagaimana cara menentukannya dengan tepat. Dengan demikian, mereka dapat mencapai target audiens mereka dengan efektif dan efisien.