Arti Kata "tebah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tebah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tebah

te·bah v, me·ne·bah v 1 memukul sesuatu dng barang yg pipih: ~ air dng dayung; ~ kasur; ombak ~; 2 Olr memukul dng memegang tangan bagian depan; 3 menebahkan;
~ dada menampar-nampar dada (krn marah, mendongkol, sedih); ombak ~ pantai ombak memukul pantai;
me·ne·bah·kan v merontokkan biji (padi, jagung) dng cara memukul-mukulkan malai berulang-ulang di atas permukaan yg keras, msl lantai jemur

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tebah"

📝 Contoh Penggunaan kata "tebah" dalam Kalimat

1.Di pantai, ombak besar mulai me·ne·bah pantai dengan keras.
2.Sambil berlatih, ibu mulai me·ne·bah biji padi di atas lantai jemur.
3.Pada saat itu, dia mulai me·ne·bah dada sendiri karena merasa kesepian.
4.Pukul-pukulnya menghantam air dengan keras, membuatnya merasa seperti sedang me·ne·bah air.
5.Di dalam kelas, guru meminta siswa untuk berlatih me·ne·bah biji jagung dengan hati-hati.

📚 Artikel terkait kata "tebah"

Mengenal Kata 'tebah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tebah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "tebah" memang tidak biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari, namun memiliki makna yang sangat spesifik dan dapat menjelaskan beberapa aksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam arti resmi, "tebah" memiliki makna "memukul sesuatu dengan barang yang pipih" atau "memukul dengan memegang tangan bagian depan". Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tebah" sering digunakan dalam berbagai konteks. Contohnya, ketika Anda memukul air dengan dayung, maka Anda telah "tebah" air tersebut. Atau, ketika Anda memukul kasur dengan tangan, maka Anda telah "tebah" kasur tersebut. Selain itu, kata "tebah" juga dapat digunakan dalam kalimat seperti "ombak pantai terus-terusan tebah" atau "ibu mengajarkan anaknya cara menambah biji dengan cara memukul-mukulkan malai di atas permukaan keras". Kata "tebah" juga memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, kata "tebah" dapat diibaratkan sebagai cara untuk mengungkapkan emosi atau perasaan. Ketika seseorang merasa sedih atau marah, mereka mungkin akan "tebah" dada mereka sebagai cara untuk mengatasi perasaan yang tidak nyaman tersebut. Selain itu, kata "tebah" juga dapat digunakan sebagai cara untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menghadapi tantangan dalam kehidupan.