Arti Kata "tedeng" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tedeng" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tedeng

te·deng /tédéng/ Jw n penutup atau pelindung (supaya tidak kepanasan, tidak kelihatan); tebeng;
-- aling-aling ki yg dipakai untuk menutupi rahasia (perbuatan buruk): dng -- aling-aling, dng secara tidak terbuka; tidak dng terus terang;
ber·te·deng·an v berkedok (tidak terang-terangan); dng secara tidak terbuka; bersembunyi-sembunyi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tedeng"

📝 Contoh Penggunaan kata "tedeng" dalam Kalimat

1.Saya menutup rahasia dengan tedeng, sehingga tidak kelihatan oleh orang lain.
2.Penduduk desa menutupi kekayaan mereka dengan tedeng, agar tidak diketahui oleh penguasa.
3.Dalam novel tersebut, tokoh utama berpakaian tedeng untuk menyembunyikan identitas aslinya.
4.Guru mengajarkan anak-anak untuk tidak berbohong dan tidak berkedok dengan tedeng, seperti halnya orang dewasa.
5.Di pasar, penjual menggunakan tedeng untuk menutupi benda-benda yang tidak diinginkan oleh konsumen.

📚 Artikel terkait kata "tedeng"

Mengenal Kata 'tedeng' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tedeng" - Rahasia yang Tersembunyi

Kata "tedeng" adalah salah satu kata yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia, terutama dalam konteks yang tidak terbuka atau berkedok. Menurut KBBI, "tedeng" memiliki arti sebagai penutup atau pelindung yang digunakan untuk menghindari kepanasan atau tidak ingin kelihatan. Namun, dalam konteks yang lebih luas, "tedeng" juga digunakan untuk menggambarkan perilaku yang berkedok atau tidak terbuka. Dalam sejarah, kata "tedeng" dipengaruhi oleh bahasa Jawa, yang merupakan salah satu bahasa yang paling umum digunakan di Indonesia. Bahasa Jawa memiliki kemampuan untuk menggambarkan konsep yang lebih kompleks, sehingga kata "tedeng" dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas. Dalam budaya Indonesia modern, kata "tedeng" masih digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak terbuka atau berkedok, seperti berbohong atau bersembunyi-sembunyi. Contoh Penggunaan Kata "Tedeng" dalam Kalimat - "Dia berkedok untuk tidak mengakui kesalahanannya." (Dalam hal ini, "berkedok" adalah contoh kata "tedeng" yang digunakan dalam kalimat.) - "Dia menggunakan tedeng untuk menghindari pertanyaan dari temannya." (Dalam konteks ini, "tedeng" digunakan sebagai penutup atau pelindung untuk menghindari kepanasan.) - "Dia berkedok untuk tidak mengakui cintanya kepada seseorang." (Dalam hal ini, "berkedok" adalah contoh kata "tedeng" yang digunakan dalam kalimat.) Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tedeng" masih digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Dalam komunikasi, kata "tedeng" digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak terbuka atau berkedok. Dalam budaya Indonesia modern, kata "tedeng" masih digunakan untuk menggambarkan konsep yang lebih kompleks, seperti berkedok atau bersembunyi-sembunyi. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks kata "tedeng" agar dapat digunakan dengan tepat dalam berbagai situasi.