Arti Kata "tegah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tegah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tegah

te·gah n yg tidak dibenarkan; larang(an); pantang(an) dsb: menjauhkan (menghentikan) --; melakukan suruh, menghentikan --;
-- larang(an) segala sesuatu yg terlarang; -- suruh larangan dan perintah;
ber·te·gah v terlarang: tiada ~; melakukan rapat tidak ~ , hanya harus meminta izin lebih dahulu;
me·ne·gah v 1 melarang: ia ~ saya pergi; tiada yg berani ~ mereka berbuat demikian itu; 2 mencegah; menahan: mereka tidak dapat ~ kemauannya; akulah yg ~ dia berangkat sekarang;
me·ne·gah·kan v menegah;
te·gah·an n apa yg ditegah; larangan; cegahan: di sana tidak ada ~ membuang sampah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tegah"

📝 Contoh Penggunaan kata "tegah" dalam Kalimat

1.Pernyataan tersebut tidak diperbolehkan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
2.Pada rapat sekolah, tidak boleh ada kegiatan yang tidak ada izin.
3.Ketua OSIS perlu berhati-hati dalam menghentikan kegiatan yang tidak boleh dilakukan.
4.Pemerintah melarang segala sesuatu yang dapat membahayakan lingkungan.
5.Saya tidak dapat mencegah adik saya bermain di luar rumah.

📚 Artikel terkait kata "tegah"

Mengenal Kata 'tegah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata Tegah: Membangun Hidup yang Lebih Bertanggung Jawab

Kata tegah memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia, mencakup konsep larangan, pantangan, dan cegahan. Dalam konteks sejarah, kata ini sering digunakan dalam rangkaian perintah dan larangan yang ditetapkan oleh pemerintah atau lembaga-lembaga sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, kata tegah digunakan untuk mengkomunikasikan perintah, larangan, dan cegahan yang relevan dengan situasi dan lingkungan. Dalam kalimat yang alami, kata tegah dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Kamu tidak boleh tegah mengemudi jika telah minum alkohol" atau "Pemerintah memberikan perintah tegah melakukan kegiatan yang merusak lingkungan". Dalam contoh lain, kata tegah juga dapat digunakan sebagai verba, seperti "Polisi tegah aksi protes yang tidak terizin". Dengan demikian, kata tegah menunjukkan kemampuan untuk mengkomunikasikan perintah, larangan, dan cegahan yang efektif. Kata tegah memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata tegah dalam perintah-perintah yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, dan lingkungan. Misalnya, "Kamu harus tegah membawa makanan yang tidak sesuai dengan standar kesehatan" atau "Pemerintah memberikan perintah tegah melakukan kegiatan yang merusak lingkungan". Dengan demikian, kata tegah menunjukkan kemampuan untuk membantu kita membangun hidup yang lebih bertanggung jawab dan seimbang.