Arti Kata "tembok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tembok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tembok

1tem·bok /témbok/ n 1 dinding dr bata, batako, adonan semen: di -- bergantungan lukisan-lukisan modern, terutama dr aliran neo-impresionisme; 2 tambak (bendung) dr batu (batu bata dsb);
-- kering ki orang yg amat kikir;
me·nem·bok v mendinding dng tembok

2tem·bok /témbok/ Jw v, me·nem·bok v membatik dng melekatkan lilin pd bagian kain yg akan dibiarkan putih

3tem·bok /témbok/ v, me·nem·bok v menyejukkan air panas dng jalan mengacaunya sampai dingin: ia ~ air kopi itu krn hendak diminumnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tembok"

📝 Contoh Penggunaan kata "tembok" dalam Kalimat

1.Kota kuno memiliki dinding tembok yang tebal dan kokoh untuk melindungi penduduknya dari serangan musuh.
2.Pada masa kolonial, pemerintah membangun tembok untuk memisahkan daerah pemukiman masyarakat dari kawasan industri.
3.Di taman, terdapat sebuah bendung tembok yang dibangun dari batu-batu besar untuk menampung air hujan.
4.Si kikir itu selalu dikelilingi tembok ekonomi yang membuatnya sulit untuk berinvestasi dan mengembangkan bisnisnya.
5.Arsitek harus mempertimbangkan kekuatan struktur tembok dalam merancang bangunan yang akan dibangun di daerah rawan gempa.

📚 Artikel terkait kata "tembok"

Mengenal Kata 'tembok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tembok" - Sejarah dan Fungsi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "tembok" memiliki makna yang luas dalam bahasa Indonesia. Secara umum, tembok merujuk pada dinding yang terbuat dari bata, batako, atau adonan semen. Namun, dalam konteks sejarah dan sosial, tembok memiliki makna yang lebih kompleks. Dalam era kolonial, tembok digunakan sebagai simbol kekuasaan dan pengawasan. Contohnya, tembok yang dibangun oleh Belanda di Indonesia sebagai benteng pertahanan dan pengawasan. Tembok sebagai simbol kekuasaan tidak hanya terbatas pada era kolonial. Dalam kehidupan sehari-hari, tembok masih digunakan sebagai penghalang antara ruang publik dan pribadi. Namun, dalam konteks modern, tembok juga memiliki fungsi lain seperti sebagai tambak atau bendung air. Contohnya, di daerah pedesaan, tembok digunakan sebagai tambak untuk mengatur aliran air dan menghindari banjir. Dalam kehidupan sehari-hari, tembok juga memiliki makna yang lebih simbolis. Contohnya, jika seseorang dianggap sangat kikir, maka dia dapat disebut sebagai tembok. Hal ini karena orang tersebut dianggap sulit untuk terbuka dan menerima orang lain. Dalam konteks ini, tembok memiliki makna sebagai penghalang emosi dan hubungan sosial. Dalam budaya Indonesia modern, tembok masih memiliki peran yang penting. Contohnya, dalam seni rupa, tembok digunakan sebagai media untuk mengekspresikan ide dan emosi. Dalam konteks ini, tembok menjadi simbol kebebasan dan kreativitas. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan fungsi tembok dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.