Arti Kata "tendinitis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tendinitis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tendinitis

ten·di·ni·tis n peradangan urat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tendinitis"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "tendinitis" dalam Kalimat

1.Sakit tendinitis pada lututnya sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
2.Perawat harus memahami gejala dan pengobatan tendinitis untuk memberikan perawatan yang tepat.
3.Pemain sepak bola sering menderita tendinitis pada sendi pergelangan tangan karena terlalu banyak menendang bola.
4.Dokter menyarankan pasien untuk melakukan peregangan teratur untuk mencegah timbulnya tendinitis pada otot.
5.Pada novel karya penulis terkenal, seorang pelari maraton menderita sakit tendinitis dan terpaksa berhenti berlari.

πŸ“š Artikel terkait kata "tendinitis"

Mengenal Kata 'tendinitis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tendinitis" - Inspirasi dan Motivasi

Tendinitis adalah kondisi medis yang menimbulkan peradangan pada jaringan ikat (urat) di sekitar tulang. Dalam bahasa Indonesia, kata ini dipakai untuk menggambarkan ketidaknyamanan, sakit, atau kemerahan pada area tertentu yang berhubungan dengan urat. Sejarahnya, istilah ini ditemukan pada tahun 1873 oleh dokter Prancis, Pierre Marie FanΓ§ois Champlin. Dari masa itu, kata tendinitis berkembang menjadi istilah resmi dalam dunia kedokteran. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar tentang tendinitis saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berulang. Misalnya, "Riwayat trauma pada lutut saya yang lalu menyebabkan tendinitis yang memaksaku untuk beristirahat lebih lama." Dalam pengobatan, dokter biasanya mendiagnosis tendinitis melalui gejala seperti nyeri, kemerahan, dan peradangan pada area yang terkena. Selain itu, tendinitis juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti usia, gaya hidup, atau kondisi kesehatan yang kurang baik. Dalam budaya Indonesia modern, tendinitis seringkali disebutkan dalam konteks olahraga atau kebugaran. Misalnya, "Saya harus menghentikan latihan tendinitis saya ini sebelumnya untuk menghindari komplikasi." Dalam beberapa kasus, tendinitis juga dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan atau mobilitas tubuh, sehingga perlu perawatan yang tepat dari dokter atau ahli fisioterapi.