Arti Kata "tepet" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tepet" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tepet

te·pet /tépét/ ? tepek

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tepet"

📝 Contoh Penggunaan kata "tepet" dalam Kalimat

1.Dalam rapat formal, Menteri mengajukan usul untuk mengubah regulasi dengan tepek yang lebih ketat.
2.Di kebun, Siti harus berhati-hati ketika menghampiri tanaman karena tanah di sana sangat licin dan mudah terjadinya tepek.
3.Ketika bermain sepak bola, pemain harus berhati-hati agar tidak mengalami tepek yang menyakitkan.
4.Kepala sekolah meminta bantuan staf untuk memastikan agar aturan sekolah ditaati dengan tepek sehingga lingkungan sekolah tetap bersih.
5.Peneliti melakukan survei untuk mengetahui bagaimana masyarakat merespon kebijakan pemerintah yang ditandai dengan tepek yang lebih ketat dalam penegakan hukum.

📚 Artikel terkait kata "tepet"

Mengenal Kata 'tepet' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tepet" - Makna dan Konteksnya dalam Bahasa Indonesia

Makna Umum Kata Tepet Kata "tepet" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang sangat luas dan kompleks. Secara resmi, kata ini memiliki dua bentuk, yaitu "tepet" dan "tepek", dengan ejaan /tépét/ dan /tépek/. Kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan suara yang keras dan tajam, seperti suara lonceng atau suara yang menghantam. Di samping itu, kata "tepet" juga dapat digunakan untuk menggambarkan suatu objek yang keras dan tidak elastis, seperti batu atau kayu. Konteks Sejarah dan Sosial Kata "tepet" memiliki sejarah yang panjang dalam bahasa Indonesia. Kata ini berasal dari bahasa Melayu, di mana kata ini digunakan untuk menggambarkan suara yang keras dan tajam. Dalam konteks sosial, kata "tepet" sering digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan suatu situasi yang keras dan tidak dapat dihindari. Contohnya, "Suara lonceng tepet di tengah malam" atau "Pembalap harus siap untuk tepet lawannya di lapangan balap". Contoh Penggunaan Kata Tepet 1. Suara lonceng tepet di tengah malam, membuat semua orang terbangun dari tidurnya. 2. Pembalap harus siap untuk tepet lawannya di lapangan balap, karena akan ada banyak penonton yang menonton pertandingan ini. 3. Batu tepet di jalan, membuat saya harus berhenti kendaraan saya. Relevansi Kata Tepet dalam Kehidupan Sehari-hari Kata "tepet" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tepet" sering digunakan untuk menggambarkan suatu situasi yang keras dan tidak dapat dihindari. Contohnya, ketika kita berada di tengah-tengah kehidupan yang sangat sibuk, kita sering mengalami situasi yang keras dan tidak dapat dihindari, seperti kesulitan dalam pekerjaan atau masalah di rumah. Dalam situasi seperti itu, kata "tepet" dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan kita yang keras dan tidak dapat dihindari. Kata "tepet" juga memiliki relevansi yang besar dalam budaya Indonesia modern. Dalam budaya Indonesia modern, kata "tepet" sering digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan suatu situasi yang keras dan tidak dapat dihindari. Contohnya, ketika kita berada di tengah-tengah kehidupan yang sangat sibuk, kita sering mengalami situasi yang keras dan tidak dapat dihindari, seperti kesulitan dalam pekerjaan atau masalah di rumah. Dalam situasi seperti itu, kata "tepet" dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan kita yang keras dan tidak dapat dihindari.