Arti Kata "domot" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "domot" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

domot

do·mot a dungu; bodoh: dasar -- , sudah berulang-ulang diterangkan tetap saja tidak mengerti

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "domot"

📝 Contoh Penggunaan kata "domot" dalam Kalimat

1.Dia selalu domot dalam memahami konsep dasar fisika.
2.Saya tidak bisa berbicara dengan dia karena dia terlalu domot untuk memahami bahasa saya.
3.Di rumah, ayahnya dikenal sebagai orang yang domot dalam mengatur keuangan keluarga.
4.Pakar pendidikan mengatakan bahwa kurikulum baru dirancang untuk menghindari anak-anak menjadi domot dalam memahami materi.
5.Setelah mendengar cerita yang sama untuk kejadian ke-10 kali, aku menyimpulkan bahwa dia memang benar-benar domot.

📚 Artikel terkait kata "domot"

Mengenal Kata 'domot' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "domot" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "domot" adalah salah satu istilah yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan seseorang yang dianggap bodoh atau tidak mengerti sesuatu meskipun telah dijelaskan berulang-ulang. Istilah ini memiliki akar kata yang tidak jelas, tetapi diyakini berasal dari bahasa Belanda atau Melayu. Dalam konteks historis, kata "domot" sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan yang cukup untuk memahami sesuatu. Istilah ini sering digunakan dalam budaya lisan dan tidak formal, sehingga tidak dapat ditemukan dalam kamus bahasa Indonesia resmi. Meskipun demikian, kata "domot" telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia sehari-hari dan digunakan oleh banyak orang untuk menggambarkan seseorang yang dianggap tidak mengerti. Contoh penggunaan kata "domot" dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: "Dia terus-menerus bertanya hal yang sama, padahal sudah berulang-ulang dijelaskan kepadanya, jadi dia bisa disebut sebagai domot." Atau, "Dia tidak bisa mengerti cara menggunakan aplikasi barunya, sehingga dia dianggap sebagai orang domot." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "domot" dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki kemampuan untuk memahami sesuatu. Dalam budaya Indonesia modern, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap tidak memiliki kemampuan untuk belajar atau berkembang. Namun, perlu diingat bahwa istilah ini dapat digunakan dalam konteks yang tidak tepat dan dapat merugikan seseorang. Oleh karena itu, perlu digunakan dengan hati-hati dan konteks yang tepat.