Arti Kata "termolabil" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "termolabil" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

termolabil

ter·mo·la·bil /térmolabil/ a Kim cenderung dapat dirusak atau diubah banyak oleh pemanasan sederhana (spt protein yg dapat membeku, jasad-jasad mikro, toksin bakterium dan isomer-isomer tertentu)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "termolabil"

📝 Contoh Penggunaan kata "termolabil" dalam Kalimat

1.Protein yang termolabil sering kali rusak ketika dipanaskan secara tidak sengaja.
2.Dalam laboratorium, kimiawan harus berhati-hati dengan senyawa termolabil yang mudah mengalami degradasi.
3.Jaringan biologis yang termolabil seperti protein dan karbohidrat sangat rentan terhadap perubahan suhu.
4.Pengolahan makanan yang tidak tepat dapat membuat mikroorganisme termolabil menjadi aktif kembali.
5.Dalam industri makanan, produk yang mengandung bahan termolabil harus disimpan dengan cara yang tepat untuk menghindari degradasi.

📚 Artikel terkait kata "termolabil"

Mengenal Kata 'termolabil' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Termolabil" dalam Kimia - Pemanasan yang Mengubah Struktur

Kata "termolabil" sering digunakan dalam bidang kimia untuk menggambarkan sifat-sifat suatu bahan atau molekul yang dapat berubah atau rusak oleh pemanasan sederhana. Dalam konteks ini, kata "termolabil" memiliki makna yang sama dengan "sensitif terhadap panas". Dalam sejarah, konsep ini telah digunakan oleh para ilmuwan untuk memahami sifat-sifat fisik dan kimia dari berbagai bahan, mulai dari protein dan molekul biologis hingga senyawa kimia sintetik. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "termolabil" dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Protein dalam tubuh manusia sangat termolabil, sehingga perlu dijaga suhu tubuh agar tidak terlalu tinggi". Atau, "Isomer-isomer tertentu dalam kimia organik sangat termolabil, sehingga perlu dihindari pemanasan yang berlebihan". Contoh lain adalah, "Toksin bakterium dapat dihancurkan oleh pemanasan, sehingga tidak termolabil seperti protein atau molekul biologis lainnya". Dalam budaya Indonesia modern, kata "termolabil" memiliki relevansi yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya, dalam industri makanan, produk yang tidak termolabil dapat dihasilkan dengan cara memanaskan bahan-bahan yang tidak mudah rusak oleh panas. Dalam bidang kesehatan, pemanasan yang tidak termolabil dapat digunakan sebagai terapi untuk mengobati berbagai kondisi medis.