Arti Kata "termoluminesens" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "termoluminesens" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

termoluminesens

ter·mo·lu·mi·ne·sens /térmoluminésens/ n pemancaran cahaya yg terjadi pd temperatur di bawah benda pijar biasa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "termoluminesens"

📝 Contoh Penggunaan kata "termoluminesens" dalam Kalimat

1.Peneliti menggunakan termoluminesens untuk mengungkap jejak manusia purba.
2.Dalam kegiatan arkeologi, termoluminesens memainkan peran penting untuk mengidentifikasi bahan bangunan.
3.Fenomena termoluminesens juga dapat diamati dalam peristiwa gunung meletus.
4.Penggunaan termoluminesens dalam ilmu fisika memungkinkan peneliti untuk menghitung usia batuan.
5.Di laboratorium, ilmuwan menggunakan termoluminesens untuk menguji kerusakan pada serat sintetis.

📚 Artikel terkait kata "termoluminesens"

Mengenal Kata 'termoluminesens' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Termoluminesens" - Ilmu Pengetahuan yang Mempengaruhi Kehidupan Kita

Kenali Makna dan Konteks Sejarah Kata Termoluminesens

Termoluminesens adalah fenomena alam yang terjadi ketika benda yang telah menyerap radiasi panas dari lingkungan sekitarnya mengeluarkan cahaya ketika dipanaskan. Proses ini biasanya terjadi pada batuan, keramik, dan material lainnya. Ilmu pengetahuan tentang termoluminesens telah berkembang sejak akhir abad ke-20 dan telah digunakan dalam berbagai bidang, seperti arkeologi, geologi, dan ilmu fisika.

Contoh Penggunaan Termoluminesens dalam Kehidupan Sehari-Hari

Termoluminesens memiliki aplikasi yang luas dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, pada tahun 2014, ilmuwan menggunakan teknik termoluminesens untuk mengidentifikasi sisa-sisa fosil manusia purba di Indonesia. Dalam proses ini, mereka menggunakan teknologi untuk mengukur kadar termoluminesens pada benda-benda yang telah menyerap radiasi panas. Hasilnya, mereka berhasil menemukan sisa-sisa fosil manusia purba di Sulawesi Tengah. Selain itu, termoluminesens juga digunakan dalam industri keramik untuk mengukur kualitas bahan baku.

Relevansi Termoluminesens dalam Kehidupan Sehari-Hari dan Budaya Indonesia Modern

Termoluminesens tidak hanya digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki dampak pada kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Misalnya, teknologi termoluminesens telah digunakan dalam pengembangan teknologi cahaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, ilmu pengetahuan tentang termoluminesens juga telah membantu dalam pengembangan teknologi untuk mengukur kadar radiasi panas pada benda-benda yang telah menyerap radiasi panas. Dengan demikian, kita dapat lebih mengerti tentang proses alam yang terjadi di sekitar kita dan bagaimana kita dapat menggunakan teknologi untuk mengembangkan kehidupan yang lebih baik.