Arti Kata "tingkrang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tingkrang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tingkrang

ting·krang adv, ber·ting·krang v duduk di atas kursi dsb dng cara yg tidak sopan (dng kedua kaki dinaikkan ke kursi)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tingkrang"

📝 Contoh Penggunaan kata "tingkrang" dalam Kalimat

1.Dia duduk di kursi tamu dengan ber-tingkrang, tidak sopan.
2.Di rumah, dia selalu ber-tingkrang saat menonton TV.
3.Di aula kuliah, profesor yang baru saja naik pangkat ber-tingkrang di atas podium.
4.Bapaknya ber-tingkrang ke atas motor dengan cara yang tidak sopan.
5.Setelah minum anggur, dia tidak bisa ber-tingkrang dan jatuh ke tanah.

📚 Artikel terkait kata "tingkrang"

Mengenal Kata 'tingkrang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tingkrang" - Berlaku Sopan dalam Berbicara

Kata "tingkrang" sering digunakan dalam bahasa Indonesia, namun banyak orang yang tidak mengetahui maknanya yang sebenarnya. Kata ini berasal dari kata kerja "tingkrangkan" yang memiliki arti berduduk di atas kursi atau tempat duduk dengan cara yang tidak sopan, seperti menaikkan kedua kaki ke atas kursi. Dalam konteks historis, kata "tingkrang" sering digunakan untuk menggambarkan sikap atau perilaku seseorang yang tidak sopan atau tidak hormat. Misalnya, jika seseorang duduk di atas kursi orang lain tanpa izin, maka dapat dikatakan bahwa dia sedang "tingkrang" di kursi itu. Sehari-hari, kita sering mendengar kata "tingkrang" digunakan dalam kalimat seperti "Dia tingkrang di kursi resepsionis, padahal orang lain sudah menunggu". Atau, "Dia tingkrang di kursi saya, tanpa meminta izin". Contoh lainnya adalah "Dia tingkrang di kursi kepala sekolah, padahal tidak ada hak untuk melakukannya". Kata "tingkrang" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Misalnya, jika seseorang menempati kursi yang tidak dimaksudkan untuknya, maka dapat dikatakan bahwa dia sedang "tingkrang" di kursi itu. Hal ini menunjukkan bahwa kata "tingkrang" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks sopan santun dan hormat.