Arti Kata "tipis telinga" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tipis telinga" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tipis telinga

Kiasan lekas marah (apabila mendengar perkataan yang kurang menyenangkan)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tipis telinga"

📝 Contoh Penggunaan kata "tipis telinga" dalam Kalimat

1.Bapak itu tipis telinga dan mudah marah ketika mendengar kritik dari anaknya.
2.Ketika berbicara tentang kekurangan diri sendiri, seorang teman saya menjadi tipis telinga dan tidak mau mendengarkan saran.
3.Menurut istilah psikologi, seseorang yang tipis telinga cenderung sulit menerima kritik dan saran dari orang lain.
4.Pada suatu kesempatan, seorang atlet terkenal menunjukkan sifatnya yang tipis telinga ketika komentator memuji lawannya.
5.Pendidikan mengajarkan anak-anak untuk tidak menjadi tipis telinga dan menerima kritik dengan bijak agar dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih baik.

📚 Artikel terkait kata "tipis telinga"

Mengenal Kata 'tipis telinga' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tipis telinga" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "tipis telinga" adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki telinga yang sangat sensitif terhadap suara atau perkataan yang kurang menyenangkan. Dalam konteks historis, kata ini berasal dari zaman kuno, ketika seseorang yang memiliki telinga yang tipis dianggap memiliki sifat yang mudah marah atau emosional. Pada masa itu, dianggap bahwa seseorang dengan telinga yang tipis memiliki kemampuan untuk mendengar dan menangkap suara dengan sangat baik, sehingga mereka lebih mudah terpengaruh oleh suara-suara yang tidak menyenangkan.

Contoh Penggunaan Kata "tipis telinga" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali mendengar kata "tipis telinga" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat yang mudah marah. Contohnya, "Dia sangat tipis telinga, jadi kamu harus berhati-hati ketika berbicara dengan dia." Atau, "Dia tipis telinga, jadi kamu harus menghindari membicarakan hal-hal yang tidak menyenangkan di depannya." Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "tipis telinga" memiliki makna yang sangat spesifik dan dapat digunakan dalam berbagai konteks.

Relevansi Kata "tipis telinga" dalam Budaya Indonesia Modern

Dalam budaya Indonesia modern, kata "tipis telinga" masih digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat yang mudah marah. Namun, dengan perkembangan zaman, makna kata ini telah berkembang menjadi lebih luas. Sekarang, kata "tipis telinga" juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kemampuan untuk mendengar dan menangkap suara dengan sangat baik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengatasi situasi yang tidak menyenangkan dengan lebih baik. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "tipis telinga" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.