Arti Kata "tuah melambung tinggi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tuah melambung tinggi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tuah melambung tinggi

Peribahasa berilmu tinggi, tetapi tidak mempunyai pekerjaan yang tetap sehingga hidupnya selalu susah juga

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tuah melambung tinggi"

📝 Contoh Penggunaan kata "tuah melambung tinggi" dalam Kalimat

1.Dia adalah seorang cendekiawan yang memiliki tuah melambung tinggi, tetapi masih belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.
2.Pada pertemuan hari ini, banyak orang yang mengeluhkan nasib mereka karena memiliki tuah melambung tinggi, tetapi hidupnya tidak terjamin.
3.Dia selalu mengatakan bahwa memiliki tuah melambung tinggi adalah suatu kebanggaan, tetapi tidak selalu berarti hidupnya menjadi lebih baik.
4.Dalam masyarakat tradisional, memiliki tuah melambung tinggi dianggap sebagai keberuntungan, tetapi pada kenyataannya, hidupnya seringkali penuh dengan kesulitan.
5.Sebagai seorang guru, dia harus selalu ingat bahwa memiliki tuah melambung tinggi tidak cukup untuk mencapai kesuksesan di bidang pendidikan.

📚 Artikel terkait kata "tuah melambung tinggi"

Mengenal Kata 'tuah melambung tinggi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tuah Melambung Tinggi" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "tuah melambung tinggi" merupakan sebuah peribahasa tradisional Indonesia yang menjelaskan tentang seseorang yang memiliki intelektualitas atau kemampuan akademis yang tinggi, namun tidak memiliki pekerjaan yang tetap atau stabil. Oleh karena itu, hidup mereka sering kali berada dalam kondisi yang sulit dan tidak menentu. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki potensi, tetapi tidak dapat mengekspresikannya dalam bidang profesional yang sesuai dengan kemampuan mereka. Peribahasa ini memiliki latar belakang historis yang menarik. Dalam masa lalu, ketika pendidikan formal belum terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, orang-orang yang memiliki kemampuan akademis tinggi sering kali menghadapi kesulitan dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Mereka sering kali dipaksa untuk menjadi guru atau tenaga pendidik, meskipun kemampuan mereka tidak sepenuhnya digunakan di bidang tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menyaksikan contoh-contoh seseorang yang memiliki **tuah melambung tinggi**, tetapi tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Mereka mungkin memiliki gelar sarjana atau magister, tetapi tidak dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Bahkan, mereka mungkin harus melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan mereka, seperti menjadi penjaga toko atau penjual makanan. Contoh-contoh penggunaan kata "tuah melambung tinggi" dalam kalimat yang alami adalah: * Ia memiliki **tuah melambung tinggi**, tetapi tidak dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan akademisnya. * Meskipun memiliki gelar sarjana, ia tetap harus melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan **tuah melambung tinggi**-nya. * Ia memiliki potensi yang besar, tetapi tidak dapat mengekspresikannya karena tidak memiliki pekerjaan yang tetap, sehingga hidupnya seperti **tuah melambung tinggi**. Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa "tuah melambung tinggi" masih relevan dan dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi bagi mereka yang memiliki potensi, tetapi tidak dapat mengekspresikannya dalam bidang profesional yang sesuai dengan kemampuan mereka. Oleh karena itu, kita perlu memahami makna dan konteks historis dari peribahasa ini, serta berusaha untuk mengembangkan kemampuan dan potensi kita agar dapat mencapai kesuksesan dalam hidup.