Arti Kata "tumbakan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tumbakan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tumbakan

tum·bak·an n bentuk perkawinan antara saudara sepupu secara paralel dl masyarakat Jawa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tumbakan"

📝 Contoh Penggunaan kata "tumbakan" dalam Kalimat

1.Di masyarakat Jawa, tumbakan masih dipertahankan sebagai bentuk perkawinan tradisional.
2.Pernikahan tumbakan dianggap tabu oleh banyak orang di Jawa Barat.
3.Di desa terpencil, pernikahan tumbakan masih seringkali dilakukan oleh warga setempat.
4.Pengadilan telah melarang pernikahan tumbakan di wilayah Jawa.
5.tumbakan memiliki makna yang kompleks dan sensitif dalam budaya Jawa.

📚 Artikel terkait kata "tumbakan"

Mengenal Kata 'tumbakan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tumbakan" - Tradisi Perkawinan Kuno di Masyarakat Jawa

Kata "tumbakan" mungkin tidak lagi familiar di telinga masyarakat modern, tetapi di masa lalu, bentuk perkawinan ini memiliki makna yang khusus. Dalam arti resmi, tumbakan adalah bentuk perkawinan antara saudara sepupu secara paralel di masyarakat Jawa. Perkawinan ini memiliki keunikan tersendiri dan memiliki aturan yang ketat dalam pelaksanaannya. Perkawinan tumbakan telah menjadi bagian dari kebudayaan Jawa sejak zaman dulu. Dalam masyarakat Jawa, tumbakan dianggap sebagai bentuk perkawinan yang halal dan diakui oleh masyarakat. Meskipun demikian, tumbakan tidak sepenuhnya diterima oleh masyarakat modern. Banyak orang yang masih memiliki pandangan bahwa tumbakan adalah bentuk perkawinan yang ilegal atau tidak pantas. Berikut beberapa contoh penggunaan kata tumbakan dalam kalimat yang alami: * Ibu saya memiliki saudara sepupu yang pernah melangsungkan tumbakan dengan saudara sepupunya sendiri. * Dalam masyarakat Jawa, tumbakan dianggap sebagai bentuk perkawinan yang halal dan diakui oleh masyarakat. * Sayangnya, tumbakan tidak lagi populer di masyarakat modern karena dianggap sebagai bentuk perkawinan yang tidak pantas. Dalam kehidupan sehari-hari, tumbakan tidak lagi berperan sebagai bentuk perkawinan yang populer. Namun, tumbakan masih memiliki makna yang khusus dalam sejarah dan kebudayaan Jawa. Oleh karena itu, penting untuk kita mengenal dan memahami makna tumbakan dalam konteks sejarah dan kebudayaan Jawa.