Arti Kata "ungkur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ungkur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ungkur

ung·kur, ber·ung·kur-ung·kur·an Jw v saling membelakangi (beradu punggung)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ungkur"

📝 Contoh Penggunaan kata "ungkur" dalam Kalimat

1.Pemuda-pemuda di lapangan berungkur di tengah-tengah pertandingan sepak bola.
2.Pada malam itu, pasangan suami-istri berungkur di kursi sofa karena kelelahan.
3.Dalam budaya Jawa, adat berungkur dipercaya dapat mengusir kekeringan.
4.Pada awal abad ke-20, masyarakat Eropa mulai meniru adat berungkur dari masyarakat Jawa.
5.Kita harus berhati-hati saat berungkur di atas kapal agar tidak terjatuh ke laut.

📚 Artikel terkait kata "ungkur"

Mengenal Kata 'ungkur' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "ungkur" - Bahasa Indonesia yang Kaya Makna

Kata "ungkur" merupakan kata yang memiliki makna yang unik dan menarik dalam Bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan aksi saling membelakangi antara dua orang atau dua kelompok. Dalam bahasa Jawa, kata "ungkur" juga digunakan untuk menggambarkan aksi beradu punggung, yang sering terjadi dalam berbagai situasi sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "ungkur" sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak harmonis atau tidak menyenangkan. Misalnya, "Mereka saling ungkur karena perbedaan pendapat yang tidak bisa diselesaikan." Atau, "Keluarga mereka selalu ungkur karena konflik yang tidak pernah selesai." Kata "ungkur" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam budaya Indonesia modern. Dalam beberapa kasus, kata ini digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak menyenangkan atau tidak harmonis dalam hubungan sosial. Misalnya, "Mereka selalu ungkur dalam hubungan mereka karena perbedaan pendapat yang tidak bisa diselesaikan." Atau, "Keluarga mereka selalu ungkur karena konflik yang tidak pernah selesai." Dalam beberapa kasus, kata "ungkur" juga digunakan dalam konteks yang lebih positif, seperti dalam situasi yang tidak menyenangkan atau tidak harmonis secara tidak sengaja. Misalnya, "Mereka saling ungkur karena salah paham yang tidak sengaja terjadi." Dalam kasus ini, kata "ungkur" digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak menyenangkan secara tidak sengaja, bukan karena konflik atau perbedaan pendapat yang tidak bisa diselesaikan. Dengan demikian, kata "ungkur" memiliki makna yang kompleks dan unik dalam Bahasa Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak harmonis atau tidak menyenangkan, baik secara sengaja maupun secara tidak sengaja.