Arti Kata "tunasosial" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tunasosial" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tunasosial

tu·na·so·si·al a tidak mempunyai rasa rosial

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tunasosial"

📝 Contoh Penggunaan kata "tunasosial" dalam Kalimat

1.Ia memiliki perilaku yang sangat tunasosial karena tidak peduli dengan perasaan orang lain.
2.Dalam konteks pendidikan, tujuan utama adalah membantu anak-anak menjadi individu yang tidak tunasosial.
3.Film tersebut menggambarkan kehidupan para pelajar yang sangat tunasosial dan hanya tertarik pada hiburan.
4.Guru menggalakkan kegiatan sosial untuk membantu siswa-siswa menjadi lebih tidak tunasosial dan lebih peduli.
5.Orang-orang yang memiliki sifat tunasosial cenderung kesulitan memiliki teman dan relasi yang baik.

📚 Artikel terkait kata "tunasosial"

Mengenal Kata 'tunasosial' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tunasosial" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "tunasosial" sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak peduli dengan kepentingan masyarakat atau tidak memiliki rasa sosial. Dalam konteks historis, kata ini muncul sebagai kritik terhadap perilaku orang-orang yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi mereka sendiri. Pada masa lalu, kata ini sering digunakan sebagai label untuk menggambarkan orang-orang yang seenaknya mengambil keuntungan dari masyarakat tanpa memberikan apa pun yang berguna. Penggunaan kata "tunasosial" dalam kalimat yang alami dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut: "Dia dianggap tunasosial karena tidak pernah membantu tetangga yang sedang mengalami kesulitan," atau "Dia dipecat dari pekerjaannya karena dianggap tunasosial dan hanya memikirkan keuntungan pribadi." Dengan demikian, dapat dilihat bahwa kata "tunasosial" memiliki makna yang negatif dan dapat digunakan sebagai kritik terhadap perilaku orang-orang yang tidak peduli dengan kepentingan masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tunasosial" memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia modern, orang-orang yang digambarkan sebagai tunasosial seringkali dianggap tidak memiliki rasa kesadaran sosial dan hanya mengutamakan kepentingan pribadi mereka sendiri. Hal ini dapat dilihat dalam berbagai konteks, seperti krisis keuangan atau bencana alam, di mana orang-orang yang tidak peduli dengan kepentingan masyarakat seringkali dianggap sebagai tunasosial. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki rasa sosial yang tinggi dan peduli dengan kepentingan masyarakat, sehingga kita tidak digambarkan sebagai tunasosial.