Arti Kata "udam" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "udam" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

udam

udam ark a suram; muram

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "udam"

📝 Contoh Penggunaan kata "udam" dalam Kalimat

1.Di hari raya, suasana di kompleks perumahan udam dan muram, tak ada yang bersemangat.
2.Pada pertemuan tahunan, ketua organisasi melihat wajah-wajah udam di sekitarnya, menandakan hari itu akan tak terlupakan.
3.Dalam novel tersebut, pengarang menggambarkan suasana udam yang meliput seluruh kampung, membuat para penduduk tidak bisa menerima keadaan.
4.Sebagai guru, dia harus menghadapi murid-murid yang udam karena nilai ulangan yang kurang bagus.
5.Pada awalnya, dia merasa udam karena bisnis yang sedang berkembang tidak sebesar yang diharapkannya, namun kemudian dia menemukan solusi.

📚 Artikel terkait kata "udam"

Mengenal Kata 'udam' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "udam" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "udam" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan suasana yang gelap, suram, atau muram. Makna ini telah diwariskan dari bahasa Sanskerta, di mana kata "udam" memiliki arti sebagai kegelapan atau keheningan. Dalam konteks sejarah, kata ini sering digunakan dalam sastra dan puisi untuk menggambarkan suasana hati yang sedih atau kehilangan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "udam" dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Di malam itu, suasana di ruangan menjadi sangat udam karena kurangnya cahaya." Atau, "Ketika kehilangan orang yang dicintai, dia merasa hidupnya menjadi sangat udam." Kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan suasana alam, seperti "Pagi itu, awan yang tebal menutupi langit, membuat cuaca menjadi sangat udam." Dalam budaya Indonesia modern, kata "udam" masih memiliki relevansi dalam menggambarkan emosi dan suasana hati. Misalnya, dalam lagu-lagu pop, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan perasaan sedih atau kehilangan. Dalam sastra juga, kata ini digunakan untuk menggambarkan suasana hati protagonis yang sedih atau kehilangan. Dengan demikian, kata "udam" tetap menjadi bagian penting dari bahasa Indonesia, terutama dalam konteks emosi dan suasana hati.