Arti Kata "untut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "untut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

untut

un·tut n 1 bengkak pd kaki (sakit beri-beri, krn kekurangan vitamin B dsb); 2 kaki gajah (kaki membengkak besar sekali); elefantiasis;
kaki -- dipakaikan gelang, pb memakai sesuatu untuk memperelok diri, tetapi malahan bertambah buruk

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "untut"

📝 Contoh Penggunaan kata "untut" dalam Kalimat

1.Kakaknya menderita kaki yang bengkak, sebuah tanda beri-beri yang kronis.
2.Perawatan kaki berlebihan sebenarnya membuatnya semakin terlihat buruk.
3.Kondisi kaki gajahnya menakutkan, sebuah peringatan tentang kekurangan gizi yang parah.
4.Ketika dia melihat kakinya, dia tidak bisa menahan tawa karena penampilannya yang tidak elok.
5.Dokter mengatakan bahwa kaki bengkaknya disebabkan oleh kekurangan vitamin B yang signifikan.

📚 Artikel terkait kata "untut"

Mengenal Kata 'untut' - Inspirasi dan Motivasi

**Mengenal Kata "Untut": Definisi dan Keterampilan dalam Bahasa Indonesia

Kata "untut" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia, terutama dalam konteks medis dan sosial. Dalam arti resmi, untut merujuk pada bengkak pada kaki, biasanya disebabkan oleh penyakit beri-beri atau kekurangan vitamin B. Selain itu, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan kaki gajah yang membengkak besar sekali, atau elefantiasis. Pada era kolonial, kata untut sering digunakan dalam konteks sosial dan budaya, terkait dengan kebiasaan masyarakat dalam memakai gelang atau perhiasan pada kaki sebagai upaya untuk memperelok diri, tetapi malahan bertambah buruk. Dalam kehidupan sehari-hari, kata untut sering digunakan dalam beberapa konteks. Misalnya, jika seseorang mengalami untut karena penyakit, maka mereka harus menjalani pengobatan yang tepat untuk mengatasi kondisi tersebut. "Setelah menjalani pengobatan, kondisi untut pada kaki saya mulai membaik," kata seorang pasien. Selain itu, kata ini juga dapat digunakan dalam kalimat yang lebih umum, seperti "Kaki gajah yang membengkak besar sekali adalah contoh untut yang parah." Dalam budaya Indonesia modern, kata untut masih memiliki relevansi dalam beberapa konteks. Misalnya, dalam kesenian tradisional, untut dapat digunakan sebagai tema dalam lagu atau tarian. Selain itu, kata ini juga dapat digunakan dalam konteks sosial, terkait dengan kebiasaan masyarakat dalam memakai perhiasan pada kaki sebagai upaya untuk memperelok diri, tetapi malahan bertambah buruk. Dalam beberapa kesempatan, kata untut juga dapat digunakan dalam konteks humor, seperti dalam komedi atau parodi.