Arti Kata "buluh dekut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "buluh dekut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

buluh dekut

suling untuk mengadakan bunyi kut (untuk memanggil merpati dan sebagainya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "buluh dekut"

📝 Contoh Penggunaan kata "buluh dekut" dalam Kalimat

1.Di desa pedesaan, seorang petani menggunakan buluh dekut untuk memanggil merpati.
2.Suling tradisional buluh dekut dimainkan oleh seorang seniman untuk menari dengan gerakan yang anggun.
3.Dalam konteks budaya, buluh dekut dipakai sebagai alat komunikasi dengan burung di hutan.
4.Pada masa lalu, buluh dekut digunakan oleh masyarakat sebagai alat untuk memanggil burung merpati untuk memulai perburuan.
5.Di sekolah, guru menjelaskan tentang peran buluh dekut dalam budaya masyarakat tradisional.

📚 Artikel terkait kata "buluh dekut"

Mengenal Kata 'buluh dekut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Buluh Dekut" - Suling untuk Memanggil Merpati

Sejarah dan Konteks

Kata "buluh dekut" memiliki makna yang khas di dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini memiliki arti sebagai suling yang digunakan untuk mengadakan bunyi kut, yang biasanya digunakan untuk memanggil merpati atau hewan lainnya. Dalam sejarah, suling seperti ini telah digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai alat komunikasi yang efektif untuk berinteraksi dengan hewan, terutama merpati.

Contoh Penggunaan

Buluh dekut sering digunakan dalam kalimat yang alami, seperti: "Di pedalaman hutan, petani menggunakan buluh dekut untuk memanggil merpati yang membawa pesan penting." Atau, "Anak-anak yang sedang bermain di taman menggunakan buluh dekut untuk mengajak merpati main bersama mereka." Dengan menggunakan buluh dekut, seseorang dapat mengkomunikasikan pesan dengan jelas dan efektif kepada hewan, terutama merpati yang dikenal dengan kemampuan berkomunikasi yang tinggi.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "buluh dekut" masih relevan dan digunakan dalam beberapa konteks. Misalnya, dalam budaya Indonesia, buluh dekut sering digunakan sebagai simbol komunikasi yang efektif antara manusia dan hewan. Selain itu, buluh dekut juga digunakan dalam konteks musik tradisional Indonesia, seperti dalam lagu-lagu daerah yang menggunakan suling sebagai alat musik utama. Dengan demikian, kata "buluh dekut" tetap memiliki makna yang khas dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.