Arti Kata "wahib" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "wahib" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

wahib

wahib Ar n pemberi (Tuhan)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "wahib"

๐Ÿ“ Contoh Penggunaan kata "wahib" dalam Kalimat

1.Dalam konteks agama Islam, kita berucap syukur atas karunia dan anugerah wahib yang Maha Esa.
2.Pada Hari Raya Idul Fitri, umat Islam melaksanakan solat Id dan berdoa untuk memohon rahmat dan ampunan dari wahib.
3.Sebagai warga negara yang taat hukum, kita harus menghormati dan hormatkan pemberi (wahib) harta kekayaan negara.
4.Dalam kitab suci Al-Quran, wahib dijelaskan sebagai pemberi kehidupan, kebahagiaan, dan kemakmuran.
5.Dalam konteks pendidikan, kita berharap agar wahib memberikan kita kemampuan dan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan hidup yang baik.

๐Ÿ“š Artikel terkait kata "wahib"

Mengenal Kata 'wahib' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Wahib" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "wahib" memang tidak asing lagi di telinga kita. Namun, apakah kita sudah benar-benar mengenal makna sebenarnya dari kata ini? Dalam bahasa Indonesia, kata "wahib" memiliki arti resmi sebagai "pemberi (Tuhan)". Dalam konteks historis, kata ini terinspirasi dari bahasa Arab, yaitu "ูˆุงุญุจ" (wรคhฤซb), yang berarti orang yang sangat dicintai atau disayangi. Dalam agama Islam, kata "wahib" sering digunakan untuk menggambarkan sifat Tuhan yang penuh kasih sayang dan cinta.

Penggunaan Kata "Wahib" dalam Kalimat

Kita dapat melihat penggunaan kata "wahib" dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, "Kita harus mengucapkan syukur atas karunia wahib yang masih menyertai kita." Dalam kalimat ini, kata "wahib" digunakan untuk menggambarkan Tuhan sebagai pemberi karunia yang masih menghampiri kita. Atau, "Dengan wahib yang baik, kita dapat menemukan kebahagiaan dalam hidup." Di sini, kata "wahib" digunakan untuk menggambarkan Tuhan sebagai sumber kebahagiaan dalam hidup kita. Contoh lainnya, "Kita harus menghargai cinta wahib yang masih menghampiri kita setiap hari." Dalam kalimat ini, kata "wahib" digunakan untuk menggambarkan Tuhan sebagai sumber cinta yang masih menghampiri kita setiap hari.

Relevansi Kata "Wahib" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "wahib" memiliki relevansi yang luas. Dalam konteks budaya Indonesia modern, kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan sifat Tuhan yang penuh kasih sayang dan cinta. Kita dapat melihat penggunaan kata "wahib" dalam berbagai konteks, seperti dalam doa, puisi, atau bahkan dalam percakapan sehari-hari. Dengan demikian, kata "wahib" dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk selalu mengucapkan syukur atas karunia Tuhan yang masih menyertai kita.