Arti Kata "tinggir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tinggir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tinggir

ting·gir ? tengger

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tinggir"

📝 Contoh Penggunaan kata "tinggir" dalam Kalimat

1.Pegunungan tinggi di daerah ini membentang di punggung dan tinggir bukit yang menakjubkan.
2.Pengunjung harus berhati-hati saat mendaki ke tinggir sungai yang curam di musim hujan.
3.Kota ini terletak di pinggir danau alami yang indah, dengan pemandangan yang menakjubkan dari tinggir danau.
4.Mereka berjalan di sepanjang tinggir pantai, menikmati angin laut yang segar dan suara ombak.
5.Di kota lama, terdapat sebuah bangunan tua yang terletak di tinggir bukit, menawarkan pemandangan kota yang mempesona.

📚 Artikel terkait kata "tinggir"

Mengenal Kata 'tinggir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tinggir" - Inspirasi dari Tradisi Lisan

Kata "tinggir" memiliki makna umum sebagai kata sifat yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang berada di pinggiran atau tepi. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan dalam tradisi lisan sebagai cara untuk menggambarkan keadaan geografis atau sosial. Misalnya, di pedalaman Jawa, kata "tinggir" digunakan untuk menggambarkan wilayah yang berada di pinggiran hutan atau sungai. Dalam kalimat sehari-hari, kata "tinggir" dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Kampung ini terletak di tinggir hutan, sehingga suasana sangat sejuk dan rindang." Atau, "Dia tinggal di tinggir kota, jadi harus berjalan jauh untuk mencari sarana publik." Kata "tinggir" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam konteks ekonomi, kata ini digunakan untuk menggambarkan wilayah yang memiliki potensi ekonomi yang besar, tetapi belum sepenuhnya dikembangkan. Dalam konteks sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan komunitas yang berada di pinggiran masyarakat, tetapi memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang. Dalam beberapa kesempatan, kata "tinggir" juga digunakan dalam konteks budaya. Misalnya, dalam tradisi seni rupa, kata ini digunakan untuk menggambarkan karya seni yang memiliki unsur estetis yang unik dan menonjol. Dalam konteks bahasa, kata ini digunakan untuk menggambarkan gaya bahasa yang memiliki nuansa dan makna yang lebih dalam.