Arti Kata "warga pinggiran" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "warga pinggiran" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

warga pinggiran

penduduk yang tinggal di pinggir kota

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "warga pinggiran"

📝 Contoh Penggunaan kata "warga pinggiran" dalam Kalimat

1.Pemerintah melibatkan warga pinggiran dalam pembangunan infrastruktur kota.
2.Kondisi hidup warga pinggiran kota masih sangat terbelakang.
3.Pengusaha memilih lokasi bisnis di perkampungan warga pinggiran untuk mencari tenaga kerja murah.
4.Kegiatan sosial yang dilakukan oleh warga pinggiran kota sangat bermanfaat bagi masyarakat.
5.Kondisi lingkungan di daerah warga pinggiran kota sangat rawan terjadinya banjir.

📚 Artikel terkait kata "warga pinggiran"

Mengenal Kata 'warga pinggiran' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Warga Pinggiran" - Inspirasi dan Motivasi

Makna dan Konteks

Kata warga pinggiran adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penduduk yang tinggal di pinggir kota. Dalam konteks historis, konsep ini muncul karena perbedaan antara kota dan desa yang jelas. Kota identik dengan kehidupan yang lebih moderen dan pesat, sedangkan desa memiliki kehidupan yang lebih tradisional dan sederhana. Namun, seiring perkembangan zaman, perbedaan ini mulai mengecil dan warga pinggiran menjadi bagian dari masyarakat yang lebih kompleks.

Penggunaan dalam Kalimat

Dalam kehidupan sehari-hari, kata warga pinggiran sering digunakan untuk menggambarkan kehidupan di luar pusat kota. Misalnya, "Pemerintah kota berusaha meningkatkan kualitas hidup warga pinggiran melalui infrastruktur yang lebih baik." Atau, "Dengan kemajuan ekonomi, warga pinggiran mulai memiliki akses ke fasilitas yang lebih modern." Dengan demikian, kata warga pinggiran menjadi bagian dari percakapan sehari-hari dalam konteks urbanisasi.

Relevansi dalam Budaya Indonesia Modern

Dalam budaya Indonesia modern, konsep warga pinggiran memiliki relevansi yang signifikan. Mereka yang tinggal di pinggir kota seringkali menghadapi tantangan dalam mendapatkan akses ke fasilitas dasar seperti air, listrik, dan jalan. Namun, dengan kemajuan teknologi dan infrastruktur, kehidupan warga pinggiran mulai meningkat. Mereka juga menjadi bagian dari masyarakat yang lebih kompleks dan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.