Arti Kata "wiraga" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "wiraga" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

wiraga

wi·ra·ga n Sen dasar wujud lahiriah badan beserta anggota badan yg disertai keterampilan geraknya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "wiraga"

📝 Contoh Penggunaan kata "wiraga" dalam Kalimat

1.Bertindak sebagai wiraga dalam acara pentas seni adalah kehormatan yang sangat besar bagi seorang penari.
2.Pendidikan fisik di sekolah tidak hanya melatih wiraga tetapi juga meningkatkan keterampilan motorik siswa.
3.Sebagai wiraga yang mumpuni, Iwan dapat melakukan gerakan-gerakan yang sangat sulit dalam balet.
4.Mengembangkan wiraga yang kuat dan seimbang memungkinkan seseorang untuk melakukan aktivitas fisik dengan lebih baik.
5.Kepribadian seseorang dapat tercermin dari cara mereka menggunakan wiraga dan mengaturnya dalam berbagai situasi.

📚 Artikel terkait kata "wiraga"

Mengenal Kata 'wiraga' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Wiraga" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "wiraga" seringkali digunakan dalam konteks seni bela diri tradisional Indonesia, seperti silat dan pencak silat. Namun, secara etimologis, wiraga memiliki makna yang lebih luas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wiraga didefinisikan sebagai 'wi·ra·ga n Sen dasar wujud lahiriah badan beserta anggota badan yg disertai keterampilan geraknya'. Artinya, wiraga mencakup wujud lahiriah, keterampilan gerakan, dan kemampuan tubuh yang seimbang. Dalam sejarah, wiraga dianggap sebagai salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam budaya tradisional Indonesia. Wiraga tidak hanya menunjukkan kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan mental dan emosional. Dalam konteks ini, wiraga dianggap sebagai simbol kekuatan dan kemandirian. Pada masa lalu, wiraga seringkali digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan fisik dan mental, serta sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dan moral. Contoh penggunaan kata wiraga dalam kalimat yang alami adalah: "Seorang seniman harus memiliki wiraga yang baik untuk mengungkapkan kreativitasnya dalam seni rupa." "Wiraga yang kuat dapat membantu seseorang menghadapi tantangan dan kegagalan." "Wiraga yang seimbang dapat membantu seseorang meningkatkan keseimbangan tubuh dan mental." Dalam kehidupan sehari-hari, wiraga memiliki relevansi yang signifikan. Wiraga dapat membantu seseorang meningkatkan keseimbangan tubuh dan mental, serta meningkatkan kemampuan fisik dan mental. Dalam budaya Indonesia modern, wiraga masih dianggap sebagai salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Wiraga dapat membantu seseorang meningkatkan kemandirian dan kekuatan, serta meningkatkan kemampuan untuk menghadapi tantangan dan kegagalan.